Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan sejak dimulai pada 10 April hingga Selasa (14/4), sebanyak 549 orang telah menerima 1 dosis imunisasi measles-rubella (MR), untuk pencegahan penyakit di kalangan tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga medis (named).

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman di Jakarta, Jumat, mengatakan angka tersebut dari total sasaran 262.299 tenaga kesehatan dan tenaga medis di 14 provinsi prioritas serta 14.419 dokter internship di 38 provinsi.

"Sampai hari ini, sebanyak 18 provinsi sudah memulai pelaksanaan dan melaporkan hasil layanan, yaitu Bali, Banten, Jakarta, Jabar, Jateng, Jatim, Jambi, Riau, Sumut, Lampung, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Kaltara, NTB, Sulsel, Sulteng, dan Papua Tengah," kata Aji.

Baca juga: Kemenkes mulai berikan vaksin ke nakes-named berisiko terkena campak

Dia menjelaskan bahwa sejauh ini belum ada tantangan yang berarti. Provinsi lainnya belum memulai dikarenakan masih melakukan proses persiapan, di antaranya pendataan sasaran dan koordinasi dengan fasilitas layanan kesehatan.

Mengenai ketentuan pemberian vaksin, katanya, apabila memiliki riwayat imunisasi campak 2 dosis, maka tidak perlu diberikan. Apabila memiliki riwayat imunisasi 1 dosis, maka diberikan 1 dosis.

"Apabila belum memiliki riwayat imunisasi, diberikan 2 dosis dengan interval minimal 28 hari. Dosis 0,5 ml subkutan," ujarnya.

Dia menyebutkan bahwa strategi pemberian imunisasi campak diatur oleh tiap fasilitas pelayanan kesehatan.

Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan bahwa jumlah kasus campak 2026 sampai dengan minggu ke-14 2026, sebanyak 16.912 kasus.

"Kasus naik tajam pada awal tahun, dengan puncak pada minggu pertama 2.220 kasus. Setelah minggu keempat, tren mingguan mulai menurun bertahap, meningkat pada minggu ke-9 dan kembali menurun hingga minggu ke-14, yakni 169 kasus," katanya.

Untuk mencegah agar tidak kena campak, pihaknya mengimbau publik untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menghindari kerumunan, dan memakai masker apabila beraktivitas di keramaian.

Baca juga: Kemenkes prioritaskan vaksin bagi nakes di 14 daerah campak tinggi

Baca juga: Kemenkes: imunisasi campak nakes segera setelah studi efikasi BPOM

"Tenaga medis dan tenaga kesehatan senantiasa menerapkan kewaspadaan universal (universal precaution) yang sesuai saat menangani pasien, menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai," katanya.

Dia mengingatkan untuk melengkapi status imunisasi campak bayi dan anak, dan untuk segera mendapatkannya bila belum, meski sudah lewat dari jadwal yang ditentukan.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa nakes dan named merupakan satu dari sejumlah kelompok yang rentan terkena campak, mengingat seringnya mereka menangani pasien dengan kondisi tersebut.

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.