Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat memadamkan kebakaran yang melanda lantai empat asrama polisi di Kalideres, Jakarta Barat, Jumat.

Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Barat Syaiful Kahfi mengatakan api berhasil dilokalisasi pada pukul 11.27 WIB, setelah pihaknya menerima laporan awal pukul 11.06 WIB.

"Jadi kita terima berita bahwa telah terjadi kebakaran pukul 11.06 WIB. Titik kenalnya di perumahan Polsek Kalideres, Asrama Polisi Kalideres. Jadi kita luncurkan pos yang terdekat dari unit dari Citra 1, Citra 2, dan Sektor, termasuk yang Semanan. Ada delapan unit yang diluncurkan," kata Syaiful saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Total ada delapan unit dan 40 personel pemadam kebakaran yang dikerahkan.

Pemadaman pun disebut berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

"Enggak ada kendala apa-apa. Solo ambon-nya (sumber air) juga dekat ya, bagus. Didukung juga di sini asrama, jadi kita juga lebih gampang naik turunnya gitu ya, leluasa untuk bekerja," jelas Syaiful.

Ia pun menyebut saat ini tim damkar tengah melakukan operasi pendinginan.

"Alhamdulillah tidak sampai satu jam, setengah jam sebetulnya sudah padam. Hanya mungkin yang agak lama itu proses pendinginan ya, karena kita harus urai-urai barang," tambahnya.

Syaiful memastikan api tidak menyebar ke lantai bawah maupun ke blok lain dan hanya membakar empat kamar dalam satu lantai yang sama di paling atas.

Namun, barang-barang dan material dalam keempat kamar tersebut habis dilalap api dan tidak terselamatkan.

Syaiful memastikan tidak ada penghuni asrama yang menjadi korban.

"Korban sementara nihil, tidak ada," tuturnya.

Baca juga: Kebakaran landa lantai empat Asrama Polri di Kalideres Jakbar

Baca juga: Kebakaran di Jakbar, polisi sebut ada sepeda listrik sedang diisi daya

Baca juga: Kebakaran tewaskan sekeluarga di Jakbar, saksi sebut ada ledakan kabel

Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.