Istanbul (ANTARA) - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Jumat membantah bahwa Amerika Serikat telah meminta bantuan tambahan dari Canberra untuk operasi Pentagon di sekitar Selat Hormuz.
“Tidak ada permintaan baru sama sekali. Dan bahkan, Presiden (AS) Donald Trump sendiri telah mengatakan bahwa ia bisa menanganinya dan telah menyampaikan posisi tersebut dengan jelas. Tidak ada perubahan dari pihak Australia,” kata Albanese kepada wartawan di sebuah kilang minyak di Geelong yang rusak akibat kebakaran.
Pernyataan itu muncul setelah Trump mengkritik sekutu Amerika Serikat dan NATO karena dinilai kurang memberikan dukungan dalam operasi yang terkait dengan Iran.
Teheran sebagian besar telah membatasi akses ke Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari.
Amerika Serikat juga telah memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak Senin.
Menteri Pertahanan Australia Richard Marles sebelumnya mengatakan bahwa Canberra “sangat berkepentingan” untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka karena gangguan pengiriman berdampak pada pasokan energi global.
Australia belum mengonfirmasi laporan tentang pengerahan pasukan ke Timur Tengah, sementara para pejabat mengatakan mereka tidak akan mengomentari pergerakan pasukan khusus.
Sumber: Anadolu
Baca juga: KLM batalkan 160 penerbangan akibat biaya BBM naik
Baca juga: Pendapatan Iran dari 'pengelolaan' Selat Hormuz diperkirakan Rp258 T
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.