Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Divers Alert Network (DAN) meningkatkan keselamatan dan keamanan aktivitas wisata selam di Labuan Bajo melalui kegiatan “Edukasi Diving Safety 1000”.
Asisten Deputi Pengembangan Produk Pariwisata Kemenpar, Itok Parikesit menjelaskan aspek keselamatan merupakan elemen fundamental dalam pengembangan produk wisata bahari Indonesia, khususnya untuk meningkatkan daya saing destinasi di tingkat global.
“Aktivitas ini termasuk dalam usaha pariwisata berisiko menengah hingga tinggi, sehingga standar keselamatan harus terus diperkuat agar destinasi kita tidak hanya indah, tetapi juga aman bagi wisatawan domestik dan mancanegara,” kata Itok dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.
“Edukasi Diving Safety 1000” merupakan sebuah program penguatan kapasitas bagi pengusaha wisata bahari profesional yang berfokus pada peningkatan keselamatan dan keamanan aktivitas wisata selam.
Kegiatan yang berlangsung di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (15/4) melibatkan 50 peserta dari Perkumpulan Penyelam Profesional Komodo (P3KOM) dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Labuan Bajo.
Baca juga: Kemenpar selenggarakan Wonderful Indonesia Awards 2026
Agenda ini sekaligus menjadi penutup rangkaian “Diving Safety 1000 Initiative” yang pertama kali diluncurkan pada Oktober 2023.
“Sesuai amanah RPJPN 2025–2045 untuk menyiapkan Labuan Bajo sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas dengan fokus pengembangan pariwisata dunia berbasis bahari, peningkatan keselamatan dan keamanan menyelam menjadi prasyarat utama,” tutur Itok.
Itok menyampaikan dalam program “Edukasi Diving Safety 1000” berisi materi edukasi yang mencakup Basic Life Support, CPR, dan Emergency Oxygen Provider yang disampaikan langsung oleh instruktur profesional dari National Association of Underwater Instructors (NAUI), sebagai bekal para garda terdepan wisata selam di Labuan Bajo dalam menghadapi potensi risiko di lapangan.
Melalui upaya bersama ini, Itok berkomitmen mewujudkan zero accident dalam aktivitas menyelam sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut sebagai sumber daya utama wisata selam Indonesia.
Secara keseluruhan, program ini telah mencapai target dengan menjangkau 1.000 penerima manfaat di berbagai destinasi selam unggulan Indonesia, antara lain Labuan Bajo, Bali, Manado, Maratua, Kepulauan Seribu, Gili Matra, dan Raja Ampat.
“Melalui program ini, Indonesia diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata selam kelas dunia yang tidak hanya indah, tetapi juga aman dan terpercaya,” ujar Itok.
Selain program “Edukasi Diving Safety 1000”, Kemenpar bersama DAN juga menyelenggarakan “Safety Talk” bertema Keamanan dan Keselamatan Wisata Bahari di Labuan Bajo, menjadi ruang penguatan koordinasi dan kesadaran bersama antarpemangku kepentingan dalam mewujudkan pariwisata bahari yang aman, profesional, dan berkelanjutan.
Baca juga: Kemenpar siapkan langkah strategis untuk tingkatkan keamanan berwisata
Presiden dan CEO Divers Alert Network (DAN), Cliff Richardson, menegaskan pentingnya kolaborasi global dalam meningkatkan standar keselamatan penyelaman.
Sebagai lembaga nirlaba internasional di bidang keselamatan selam, DAN berkomitmen mendukung Kemenpar dalam memperkuat ekosistem wisata bahari yang berkelanjutan, termasuk melalui pengembangan edukasi dan layanan darurat selam guna mewujudkan Indonesia sebagai safe diving destination.
“Keselamatan adalah inti dari semua yang kami lakukan di Divers Alert Network. Keberhasilan inisiatif ‘1.000 penerima manfaat dalam 1.000 hari’ bukan hanya tentang angka, tetapi tentang nyawa yang terlindungi. Kami bangga dapat bekerja sama dengan Indonesia dalam mendorong standar keselamatan kelas dunia,” ujar Cliff Richardson.
Dalam hal ini, apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori, atas komitmen pemerintah pusat dalam mendorong penguatan jaminan keamanan dan keselamatan wisata bahari secara berkelanjutan di Labuan Bajo.
Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, Andhy MT Marpaung, mengapresiasi pelaksanaan program ini dan menegaskan bahwa keselamatan merupakan fondasi utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo.
Andhy mengatakan program ini menjadi wujud nyata kolaborasi dalam membangun standar baru SDM pariwisata bahari yang profesional, tangguh, dan berdaya saing global
“Kami ingin memastikan setiap wisatawan yang datang ke Labuan Bajo tidak hanya memperoleh pengalaman yang indah, tetapi juga rasa aman,” kata Andhy.
Baca juga: Kemenpar-Kedubes Korea bahas isu "travel advisory" yang libatkan Bali
Baca juga: Menpar minta pengelola destinasi jaga standar amenitas dan fasilitas
Baca juga: Kemenpar berupaya gaet wisatawan Makau lewat MITE 2026
Pewarta: Sri Dewi Larasati
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.