Istanbul (ANTARA) - Beberapa hari setelah perang AS-Israel terhadap Iran meletus, intelijen Amerika Serikat telah memperingatkan bahwa konflik tersebut bisa meluas setelah ada indikasi China dan Rusia membantu Iran, CBS News melaporkan pada Kamis (16/4).

Para analis di Badan Intelijen Pertahanan Departemen Pertahanan AS saat itu menilai bahwa China sedang mempertimbangkan untuk memasok sistem radar canggih ke Iran.

Sejumlah pejabat AS mengatakan sistem tersebut mencakup teknologi radar pita X yang dapat meningkatkan kemampuan Iran mendeteksi drone dan rudal jelajah yang terbang rendah serta memperkuat pertahanan udaranya terhadap serangan canggih.

Belum dipastikan apakah pengiriman telah terjadi, tetapi penilaian ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran AS bahwa konflik bisa melibatkan kekuatan besar melalui dukungan militer tidak langsung.

Para pejabat juga mengatakan Rusia telah berbagi informasi intelijen mengenai posisi militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu serangan balasan dan meningkatkan ketegangan regional.

Upaya untuk menstabilkan situasi dan mencapai gencatan senjata permanen dikabarkan masih berlangsung.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Media: Iran diduga gunakan satelit China untuk menargetkan basis AS
Baca juga: Hizbullah: Rusia bisa bantu redakan konflik di Timur Tengah

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.