Curah hujan tinggi sejak Kamis (16/4) malam sehingga menyebabkan tebing longsor menimpa empat rumah warga dan jalan penghubung antar-desa serta membuat dua makam terbawa longsor di Kampung Cigombng, Desa Batulawang

Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersama petugas gabungan melakukan penanganan cepat longsor di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, yang menyebabkan empat rumah rusak dan sejumlah makam terbawa longsor.

Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat di Cianjur, Jumat, mengatakan penanganan yang dilakukan mengevakuasi warga yang rumahnya terdampak ke tempat aman sebanyak empat Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 14 jiwa, serta melakukan evakuasi dua makam terbawa longsor.

Longsor juga menutup landasan jalan penghubung antar desa di perbatasan Cianjur-Bogor, sehingga penanganan dilakukan bersama petugas gabungan terdiri dari TNI/Polri, Damkar Cianjur, dan relawan sambil menunggu alat berat.

"Curah hujan tinggi sejak Kamis (16/4) malam sehingga menyebabkan tebing longsor menimpa empat rumah warga dan jalan penghubung antar-desa serta membuat dua makam terbawa longsor di Kampung Cigombng, Desa Batulawang," katanya.

Baca juga: BPBD tangani pohon tumbang yang menutup jalur utama Bandung-Cianjur

Penanganan dampak bencana baru dapat dilakukan pada Jumat (17/4) pagi, kata dia, karena tanah labil dan hujan masih turun sehingga menyulitkan petugas melakukan penanganan, terutama untuk mengevakuasi dua makam dan membuka kembali jalan agar aktivitas warga tidak terhambat.

Sedangkan terkait dua makam yang terbawa longsor, lanjut dia, sudah tuntas dilakukan, dimana dua jenazah di dalamnya sudah berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke lokasi yang jauh dari lokasi longsor sesuai permintaan pihak keluarga.

Hingga Jumat petang upaya membuka kembali jalan penghubung antar-desa yang tertutup longsor masih dilakukan karena tebal dan panjangnya material longsor yang menutup landasan jalan, sementara petugas gabungan hanya menggunakan alat seadanya.

Baca juga: BPBD Cianjur masih melakukan pendataan terkait banjir

"Petugas gabungan masih berupaya membuka jalan yang tertutup longsor dengan alat manual dibantu warga sekitar, alat berat masih terkendala sampai ke lokasi karena akses jalan sempit," katanya.

Seiring curah hujan yang masih tinggi, pihaknya meminta masyarakat di wilayah rawan bencana meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan, segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana terutama saat hujan turun deras hingga malam.

"Informasi dari BMKG cuaca ekstrem masih melanda Cianjur selama beberapa hari ke depan, sehingga warga di seluruh wilayah Cianjur diminta untuk siaga dan waspada, segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana," katanya.

Baca juga: Petugas dan warga berupaya buka jalan tertutup longsor di Cidaun

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.