Potensi kurban di Indonesia sangat besar, bukan hanya dari sisi ibadah, tetapi juga sebagai penguatan ekonomi umat dan pemerataan kesejahteraan

Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menargetkan penyembelihan satu juta hewan setara domba atau kambing, dengan nilai ekonomi mencapai Rp2,5 triliun pada momentum Idul Adha atau Idul Kurban 1447 Hijriah/2026 secara nasional.

"Untuk tahun ini, setelah mempertimbangkan berbagai aspek seperti kapasitas, basis pengumpulan, ketersediaan hewan ternak, serta kondisi ekonomi masyarakat, ditetapkan target sebanyak 1 juta domba/kambing dengan nilai sekitar Rp2,5 triliun yang akan dikelola oleh Baznas se-Indonesia dan LAZ," kata Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid dalam konferensi pers peluncuran Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 di Jakarta, Jumat.

Sodik menyampaikan target tersebut dirumuskan berdasarkan realisasi kurban pada 2025 dengan nominal Rp2,3 triliun atau setara 790.554 domba atau kambing yang dikelola oleh Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ).

Di samping itu pada momentum kurban 2025 lalu juga tercatat realisasi kurban yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat sebesar Rp18,8 triliun atau setara 1.962.575 domba atau kambing.

Baca juga: Kurban Berkah Baznas 2025 serentak digelar di 43 titik se-Indonesia

Sehingga total capaian kurban nasional pada 2025 mencapai Rp21,1 triliun.

"Potensi kurban di Indonesia sangat besar, bukan hanya dari sisi ibadah, tetapi juga sebagai penguatan ekonomi umat dan pemerataan kesejahteraan. Pada tahun 2025, potensi ekonomi kurban nasional diperkirakan mencapai sekitar Rp34,85 triliun. Ini merupakan kekuatan besar umat yang harus dikelola secara optimal agar manfaatnya semakin luas," ujar Sodik.

Sodik menjelaskan keunggulan berkurban melalui Baznas terletak pada dampaknya yang berlapis. Selain disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, hewan kurban juga berasal dari program pemberdayaan peternak mustahik melalui Balai Ternak Baznas yang tersebar di berbagai daerah.

Maka dari itu Baznas telah menyiapkan ribuan ternak yang berasal dari Balai Ternak Baznas di berbagai daerah, serta menggandeng partisipasi masyarakat luas.

Baca juga: Balai Ternak Baznas bentuk kemandirian ekonomi mustahik di Indonesia

"Para peternak tidak hanya menerima bantuan ternak, tetapi juga pendampingan menyeluruh, mulai dari budi daya hingga penguatan usaha. Sehingga ketika masyarakat berkurban melalui Baznas, mereka turut memberdayakan ekonomi peternak kecil," ucapnya.

Dari sisi penyaluran, Baznas memastikan distribusi kurban menjangkau seluruh Indonesia, termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), daerah rawan pangan, serta kawasan yang minim akses terhadap daging kurban.

Selain dalam bentuk daging segar, kata dia, Baznas menghadirkan inovasi kurban dalam bentuk olahan dan kemasan kaleng agar dapat menjangkau daerah sulit akses.

"Insya Allah, kurban yang ditunaikan melalui Baznas akan memberikan keberkahan yang lebih luas, memperkuat solidaritas sosial, dan menghadirkan keadilan bagi masyarakat yang membutuhkan," ucap Sodik Mudjahid.

Baca juga: Baznas salurkan bantuan kurban untuk pengungsi Palestina di Yordania

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.