Batam (ANTARA) - Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) siap menjadi hub digital di kawasan Asia Pasifik dengan mendukung pengembangan proyek pusat data skala besar di kota itu, melalui kerja sama strategis bersama PLN Batam.

Dukungan tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama strategis bersama PLN Batam dan DayOne, termasuk perjanjian penyediaan pasokan listrik sebesar 450 megawatt (MW) oleh PLN Batam untuk pembangunan pusat data skala besar di kawasan Kabil Industrial Tech Park.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur dan kemudahan regulasi menjadi kunci utama dalam menarik minat investor global.

"BP Batam berkomitmen menghadirkan iklim investasi yang kondusif melalui percepatan perizinan dan penyediaan infrastruktur pendukung yang terintegrasi. Masuknya proyek pusat data berskala besar ini membuktikan bahwa Batam siap menjadi hub digital dunia," ujar Amsakar dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Jumat.

Proyek tersebut akan memperkuat infrastruktur digital untuk mendukung layanan komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dan cloud di kawasan Asia-Pasifik.

Langkah strategis ini dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan kapasitas 511 MVA atau setara 450 megawatt (MW), yang menjadi suplai listrik terbesar untuk pelanggan pusat data di Indonesia.

Pasokan energi ini akan mendukung operasional pusat data DayOne secara bertahap pada periode 2026 hingga 2027.

Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo menambahkan bahwa kolaborasi ini tidak lepas dari peran aktif BP Batam dalam mensinergikan regulator dengan penyedia infrastruktur.

"Kami meyakini bahwa sinergi antara PLN Batam dan DayOne dengan dukungan penuh dari BP Batam akan semakin memperkuat posisi Batam sebagai kawasan investasi unggulan dan pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara," ujar Kwin Fo.

Selain itu, turut ditandatangani nota kesepahaman layanan solusi infrastruktur terintegrasi untuk ekosistem pusat data, termasuk kajian penyediaan jaringan fiber optik dan pemeliharaan infrastruktur kritis.

Kehadiran pusat data skala besar tersebut diharapkan memberikan dampak pengganda terhadap ekonomi lokal, membuka lapangan kerja di sektor teknologi, serta memperkuat posisi Batam dalam peta investasi digital global.

“Kami berharap kerja sama yang ditandatangani hari ini memberikan manfaat bagi semua pihak serta berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan iklim investasi di Kota Batam,” ujarnya.

Chief Executive Officer DayOne Jamie Khoo mengungkapkan bahwa kemudahan administrasi yang difasilitasi oleh BP Batam menjadi faktor krusial dalam keputusan ekspansi perusahaan.

"Ekspansi ini merupakan tonggak penting dalam strategi kami untuk membangun salah satu platform infrastruktur digital terkemuka di Asia, termasuk model Singapura-Johor-Batam (SIJORI) milik kami yang menghubungkan Singapura, Johor, dan Batam menjadi platform pusat data lintas batas pertama yang benar-benar terintegrasi di Asia Tenggara," kata Jamie.

Selain memastikan pasokan listrik, BP Batam juga mendorong penggunaan energi bersih melalui penandatanganan nota kesepahaman pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas di atas 200 MWp di wilayah kerja BP Batam.

Baca juga: PLTS Terapung Tembesi jadi model pengembangan energi surya di Batam

Baca juga: BP Batam catat ekspor Batam ke AS naik 30,71 persen di awal 2026

Baca juga: Menko Perekonomian Airlangga lantik 3 Anggota/Deputi BP Batam

Pewarta: Amandine Nadja
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.