Medan (ANTARA) - Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara (Sumut) mencatat dua wilayah di provinsi itu, yakni Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Padang Lawas Utara terjadi bencana tanah longsor.

Berdasarkan laporan Pusdalops PB Sumut di Medan, Jumat, kabupaten yang melanda Kabupaten Tapanuli Utara pada Kamis (16/4). Kabupaten Padang Lawas Utara terjadi pada (8/4).

Baca juga: BPBD Sumut sebut lima orang meninggal dunia akibat longsor di Sembahe

Pusdalops mencatat tanah longsor yang diakibatkan curah hujan tersebut mengakibatkan jalan lintas mengganggu arus lintas yang terjadi di Kecamatan Simanguban.

Sedangkan tanah longsor di Kabupaten Padang Lawas Utara terjadi di Kecamatan Dolok dan Kecamatan Padang bolak yang mengakibatkan terputusnya jalan utama Desa Sungai Dasar menuju Desa Aek Rao TN.

Selain tanah longsor, Pusdalops mencatat Kabupaten Dairi dilanda cuaca ekstrem yang terjadi di Kecamatan Camat Lae Parira.

Pusdalops mendata sedikitnya 19 unit bangunan seperti sekolah, rumah tinggal, kantor camat terdampak.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan laporan tersebut merupakan data yang diterima Pusdalops PB Sumut.

"Berdasarkan laporan, jumlah pengungsi, korban luka-luka dan meninggal dunia nihil," ujarnya.

Baca juga: BNPB: 360 korban meninggal dan 21 ribu mengungsi akibat banjir Sumut

Baca juga: BNPB percepat pembangunan huntara di daerah terdampak bencana Sumatera

Yuyun, sapaan akrabnya, mengatakan berbagai upaya penanganan atas kejadian bencana tersebut telah dilakukan masing-masing wilayah dan sejumlah pemangku kebijakan terkait.

Selain itu, kata dia, BPBD Sumut juga melakukan koordinasi dalam hal penanganan bencana di lokasi terdampak. "Saat ini masih dalam penanganan pemerintah setempat," ujarnya.

Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.