Jakarta (ANTARA) - ‎Modus penipuan online berkedok Customer Service (CS) Shopee kian marak, dengan pelaku mengincar pengguna lewat fitur chat pribadi di aplikasi untuk mencuri data dan mengambil alih akun korban.

‎​​​​‎Shopee menegaskan pihaknya tidak pernah menghubungi pengguna melalui chat pribadi, baik lewat aplikasi maupun di luar aplikasi, untuk meminta data sensitif seperti PIN, password, maupun kode OTP.

‎‎Dalam praktiknya, pelaku menggunakan username dengan unsur modifikasi nama CS Shopee agar pesannya terlihat meyakinkan. Pesan yang dikirim biasanya bersifat mendesak, seperti "akun Anda terblokir" atau "akunmu dibatasi", disertai tautan yang diklaim sebagai langkah pemulihan akun. Namun, tautan tersebut merupakan sarana penipuan yang bertujuan mengambil alih akun dan mencuri data pribadi korban.

‎​​​‎Shopee menjelaskan bahwa komunikasi dengan layanan pelanggan hanya dapat dilakukan jika pengguna terlebih dahulu menghubungi melalui fitur “Chat dengan Shopee” di menu Profil “Saya”.

Baca juga: Tren belanja lokal naik, jutaan pilihan tersedia di Shopee pilih lokal

‎‎Selain itu, Shopee tidak memiliki akun resmi di fitur chat pribadi, yang umumnya digunakan untuk komunikasi antara penjual, kurir, dan pengguna, atau antarpengguna.

‎‎Untuk menghindari penipuan, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan tidak mengklik tautan dari akun mencurigakan yang dikirim melalui fitur chat, serta tidak panik saat menerima pesan ancaman pemblokiran akun dan segera melakukan verifikasi melalui layanan resmi Shopee.

‎‎Pengguna juga diminta melaporkan akun mencurigakan melalui fitur yang tersedia di aplikasi, serta tidak membagikan data pribadi, termasuk kode OTP, kepada pihak manapun, termasuk pihak yang mengatasnamakan layanan pelanggan.

‎Selain itu, pengguna disarankan meningkatkan keamanan akun dengan mengaktifkan verifikasi dua langkah dan rutin memperbarui kata sandi.

‎‎Shopee turut mengimbau masyarakat untuk memastikan informasi hanya berasal dari kanal resmi, seperti akun WhatsApp bercentang biru, media sosial terverifikasi, maupun layanan pelanggan resmi, serta memverifikasi setiap informasi yang diterima dan mengikuti perkembangan modus penipuan agar tidak mudah terjebak dalam kejahatan digital, demikian dikutip dari siaran pers pada Jumat.

Baca juga: Atur pengeluaran tengah bulan, layanan cicilan digital kian diminati

Baca juga: Waspada penipuan berkedok program affiliate, selalu verifikasi tawaran

Baca juga: Mobil Keliling ShopeeFood Deals Kembali Hadir! Tawarkan Mie Gacoan Rp1 dan Hadiah Total Puluhan Juta Rupiah

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.