Paris (ANTARA) - Presiden Prancis Emmanuel Macron, Jumat (17/4), mengingatkan aksi militer bisa merusak gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel di Lebanon.

"Saya sepenuhnya mendukung gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel sebagaimana diumumkan oleh Presiden (Amerika Serikat) Donald Trump kemarin," kata Macron di platform media sosial X, seraya menyatakan kekhawatiran bahwa gencatan senjata tersebut "mungkin telah dilanggar oleh berlanjutnya operasi militer."

Dia pun mendesak agar keselamatan penduduk sipil di kedua sisi perbatasan antara Lebanon dan Israel dijamin oleh semua pihak.

"Hizbullah harus melucuti senjatanya. Israel harus menghormati kedaulatan Lebanon dan menghentikan perang," kata Macron,

Gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon mulai berlaku pada tengah malam antara Kamis (16/4) dan Jumat waktu setempat, menyusul pengumuman sebelumnya oleh Trump.

Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.