Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah menjaga dampak fluktuasi harga plastik terhadap harga pangan guna melindungi daya beli masyarakat serta menjaga stabilitas pasokan nasional.

"Terkait plastik, itu sudah kami rapatkan, jadi kita sudah ketemu dengan teman-teman. Begitu ada isu plastik mengalami kekurangan pasok, kita sudah diskusi menghitung berapa sih dampaknya per kilogram terhadap beras dan gula," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa.

Dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, Astawa menyampaikan adanya fluktuasi berupa distorsi pasokan bahan baku plastik turut merambah ke pelaku usaha pangan pokok strategis. Informasi yang dihimpun Bapanas, pelaku usaha bidang beras dan gula cukup terdampak karena membutuhkan kemasan karungan.

"Dengan adanya gejolak geopolitik, memang ada beberapa sedikit yang mengalami kenaikan. Salah satunya plastik karena ternyata biji plastik itu waste-nya dari pengolahan minyak bumi dan sumbernya dari Timur Tengah juga banyak," ujarnya.

Baca juga: INDEF nilai gangguan bahan baku plastik jadi momen perkuat daur ulang

Sebagai antisipasi, Bapanas telah menyerap aspirasi dari para pelaku usaha pangan sektor beras dan gula. Dalam pertemuan terungkap sebagai imbas adanya kekurangan pasokan plastik turut berpengaruh pada penyesuaian harga yang harus dilakukan pelaku usaha.

"Teman-teman pelaku usaha menyampaikan kalau di beras itu Rp350 per kilogram. Kalau di gula sekitar Rp150 per kilogram, artinya cukup berdampak dan ini yang harus kita jaga benar-benar untuk ke depannya," tutur Ketut.i

Kendati demikian, lanjut Ketut, dalam pemantauan harga oleh Bapanas, perkembangan rata-rata harga beras dan gula memang terdapat fluktuasi dalam sebulan terakhir. Akan tetapi masih dalam rentang harga yang wajar karena tidak sampai bergerak naik hingga 5 atau 10 persen.

Dia menyebutkan per 16 April, rata-rata harga beras medium terpantau masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Jika dibandingkan dalam sebulan terakhir, rata-rata harga beras medium di zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi) dari Rp12.964 per kilogram (kg) menjadi Rp 12.965 per kg atau berfluktuasi 0,01 persen.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.