Saat awal-awal Dewan Dakwah Indonesia didirikan semangat untuk membangun rumah sakit menjadi salah satu prioritas organisasi

Kota Padang (ANTARA) - Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia cabang Sumatera Barat (Sumbar) mengajak para dai dan masyarakat untuk kembali menggelorakan semangat Mohammad Natsir dalam membangun bangsa dan negara.

"Pesan Pak Natsir, jangan berhenti tangan mendayung, nanti arus membawa hanyut," kata Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia cabang Provinsi Sumbar Prof Efrinaldi di Kota Padang, Sabtu.

Hal tersebut disampaikan Prof Efrinaldi di sela-sela pengukuhan pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Provinsi Sumbar periode 2026-2031 di Aula Gubernur Sumbar.

Ia mengatakan, pesan Mohammad Natsir yang juga pendiri Dewan Dakwah Indonesia tersebut mengajarkan umat terutama dai untuk tidak pernah lelah dalam membangun bangsa dan negara.

Baca juga: JK: Prajurit TNI yang gugur di Lebanon pahlawan perdamaian dunia

Lebih jauh, selain menjalankan dakwah bil lisan atau dakwah yang disampaikan secara langsung seperti di rumah-rumah ibadah, para dai juga harus bisa membangun dari sisi lain seperti mendirikan rumah sakit atau sesuatu yang berkaitan dengan kepentingan umat.

Saat awal-awal Dewan Dakwah Indonesia didirikan semangat untuk membangun rumah sakit menjadi salah satu prioritas organisasi. Hal ini dilatarbelakangi bagaimana menciptakan masyarakat yang sehat setelah dijajah Belanda.

Di saat bersamaan Dewan Dakwah Indonesia juga menggencarkan pembangunan di sektor pendidikan. Tujuannya agar sumber daya manusia di tanah air menjadi orang yang cerdas dan berilmu pengetahuan.

Ia meyakini kolaborasi yang kuat antara Dewan Dakwah Islamiyah dengan berbagai organisasi seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Majelis Ulama Indonesia, Persatuan Tarbiyah Islamiyah dan pemerintah akan mempercepat pembangunan di Ranah Minang.

"Jadi, dakwah itu merangkul bukan memukul," ujarnya menyampaikan ulang kalimat Mohammad Natsir.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa salah satu yang menjadi program ikonik Dewan Dakwah Islamiyah Sumbar ialah mengutus para dai ke daerah tertinggal, terdepan dan terluar.

Sebagai contoh, organisasi tersebut telah menjalankan program pengiriman dai ke Kabupaten Kepulauan Mentawai yang merupakan daerah terluar Indonesia dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia.

"Pengiriman dai ini dalam rangka pembinaan umat," ucap dia.

Baca juga: Taman makam pahlawan RI di Timor Leste-Malaysia dialihkan ke Kemenhan

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.