Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan persoalan perubahan iklim akan semakin berat, sehingga generasi muda harus disiapkan untuk menghadapi tantangan tersebut.
“Persoalan iklim adalah persoalan yang tidak berhenti sekarang. Persoalan iklim adalah persoalan yang nanti ke depan makin lama, makin berat,” ujarnya dalam agenda Peluncuran Program Kerja Sama Pemerintah Indonesia dan UNICEF Periode 2026-2030 di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin.
Menurut dia, perubahan iklim merupakan ancaman sistemik yang akan memberikan dampak seperti efek domino. Peningkatan suhu bumi satu derajat saja dinilai akan memberikan efek luar biasa, mulai dari mencairnya es di Kutub Utara dan Kutub Selatan yang berimplikasi terhadap naiknya permukaan air laut yang mengancam wilayah pesisir seperti kawasan Pantai Utara Jawa.
Jika Pantai Utara Jawa terendam, maka 56 persen Produk Domestik Bruto (PDB) yang ada di kawasan tersebut akan terancam.
“Persoalan iklim jangan hanya dilihat hanya naiknya panas bumi yang cepat atau lambat meningkatkan suhu, dan suhu akan menyebabkan bukan hanya Kutub Utara dan Kutub Selatan yang mencair, tapi juga Papua juga akan kehilangan esnya,” ungkap Menteri PPN.
Dampak perubahan iklim juga menyentuh sektor-sektor seperti ketahanan pangan dan kesehatan. Perubahan suhu yang ekstrem disebut akan mengubah pola tanam dan produktivitas komoditas unggulan, seperti kopi arabika di dataran tinggi yang terancam tak berbuah jika suhu pegunungan terus meningkat. Selain itu, perubahan iklim berpotensi memicu munculnya berbagai jenis penyakit baru yang bakal semakin bertambah.
“Inilah tantangan-tantangan kita ke depan yang harus kita atasi. Bukan hanya persoalan menyiapkan generasi muda, tapi menyiapkan generasi muda kita dengan segala persoalan yang harus dihadapi,” kata Kepala Bappenas.
Baca juga: Bappenas harap hasil pembangunan Kepri dirasakan langsung masyarakat
Baca juga: Bappenas tekankan perencanaan sistematis untuk hadapi dinamika global
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.