Moskow (ANTARA) - Saat mengidentifikasi target prioritas jika terjadi konflik, Rusia akan mempertimbangkan inisiatif Prancis untuk menciptakan apa yang disebut sebagai "payung nuklir" di atas Eropa, demikian disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko, Minggu (19/4).
Dalam wawancara dengan RIA Novosti, Grushko mengatakan bahwa perhatian khusus sedang diberikan pada potensi penempatan kekuatan nuklir Prancis di negara-negara Eropa nonnuklir.
"Jelas bahwa militer kami akan dipaksa untuk memberikan perhatian serius terhadap isu ini ketika memperbarui daftar target prioritas jika terjadi konflik serius," kata diplomat Rusia itu.
Pada awal Maret, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan rencana untuk menambah hulu ledak nuklir Prancis dan memperluas kerja sama pencegahan dengan mitra-mitra Eropa saat berbicara dari pangkalan angkatan laut Ile Longue, markas kapal selam rudal balistik nuklir Prancis.
Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.