Tingkat serapan lulusan ke industri pada tahun 2025 mencapai 68 persen sesaat setelah lulus, dan diproyeksikan mencapai 100 persen dalam waktu enam bulan setelah kelulusan,

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) resmi membuka pendaftaran peserta didik baru untuk sekolah vokasi binaannya pada tahun 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan vokasi industri nasional.

Penerimaan siswa baru tersebut melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama yang berlangsung pada 6 April-5 Juni 2026 untuk politeknik dan akademi komunitas, sedangkan untuk SMK pada 6 April–15 Mei 2026 yang dilakukan melalui website resmi.

Dalam keterangan di Jakarta, Senin, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap penguatan pendidikan vokasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia industri.

“Bapak Presiden menekankan bahwa pendidikan vokasi harus menjadi prioritas nasional agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, baik di dalam negeri maupun pasar global,” ujar Menperin.

Baca juga: Kemnaker: Pelatihan Vokasi Nasional jembatani kesenjangan industri-SDM

Saat ini, Kemenperin membina 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK vokasi industri yang setiap tahunnya menghasilkan calon tenaga kerja industri yang berkualitas.

Ia menyampaikan, mayoritas lulusan unit pendidikan tersebut telah terserap di industri, sementara sisanya memperoleh pekerjaan paling lama enam bulan setelah kelulusan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Doddy Rahadi menyampaikan, lulusan vokasi Kemenperin dibekali kemampuan teknis dan adaptabilitas terhadap perkembangan teknologi industri.

“Tingkat serapan lulusan ke industri pada tahun 2025 mencapai 68 persen sesaat setelah lulus, dan diproyeksikan mencapai 100 persen dalam waktu enam bulan setelah kelulusan,” ungkap Doddy.

Baca juga: Sinergi Kemendikdasmen-mitra industri tingkatkan mutu lulusan vokasi

Adapun data JARVIS tahun 2025, tercatat sebanyak 82,8 ribu pendaftar untuk politeknik dan akademi komunitas, serta 28,8 ribu pendaftar untuk SMK. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang mencatat sekitar 60 ribu pendaftar politeknik dan akademi komunitas serta 23,5 ribu pendaftar SMK.

Disampaikan Doddy pula, ada tiga jalur penerimaan untuk masuk ke sekolah vokasi binaan Kemenperin, yaitu JARVIS Bersama, JARVIS Mandiri, dan JARVIS Prestasi.

Untuk JARVIS Mandiri dan JARVIS Prestasi dilaksanakan masing-masing unit pendidikan dengan jadwal sesuai ketentuan internal kampus maupun sekolah.

Dirinya menegaskan, seluruh proses pendaftaran JARVIS Kemenperin tidak dipungut biaya. Adapun biaya pendidikan selama masa studi menyesuaikan kebijakan masing-masing unit pendidikan.

Baca juga: Sinergi PKK Kemendikdasmen-pelaku industri cetak welder profesional

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.