Jakarta (ANTARA) - Pembalap Indonesia Sean Gelael gagal meraih podium pada putaran pembuka FIA World Endurance Championship (WEC) 2026 di Sirkuit Imola, Italia, Minggu, setelah timnya terkena penalti akibat pelanggaran unsafe release.
“Hasil ini adalah usaha terbaik kami,” kata Sean, dikutip dari keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Senin.
Sean yang membela Team WRT 32 bersama Darren Leung dan Augusto Farfus sempat menunjukkan performa menjanjikan di kelas LMGT3. Setelah mengambil alih kemudi dari Darren, Sean berhasil merangsek naik dari posisi ketujuh hingga sempat menembus posisi tiga besar.
Baca juga: WRT 32 start kelima di Imola usai kualifikasi terhenti red flag
Baca juga: Sean Gelael buka musim WEC 2026 dengan fokus konsistensi di Imola
Namun peluang podium tersebut sirna setelah tim menerima penalti lima detik saat pit stop. Mobil BMW nomor 32 dilepas terlalu cepat dan mengganggu mobil Proton Competition 88 di pit lane, sehingga dinilai melakukan pelanggaran unsafe release.
Penalti tersebut harus dijalani pada pit stop berikutnya dan berdampak signifikan terhadap posisi lomba. Team WRT 32 yang sebelumnya berada di barisan depan langsung terlempar keluar dari 10 besar.
Augusto Farfus yang turun pada stint akhir berupaya memulihkan posisi. Dalam kondisi lintasan yang sempat diguyur hujan ringan, pembalap asal Brasil itu mampu membawa tim kembali naik hingga finis di posisi kelima.
“Kami juga ikut senang karena satu mobil Team WRT lainnya berhasil meraih kemenangan,” kata Sean.
Pada balapan tersebut, Team WRT 69 keluar sebagai pemenang kelas LMGT3, sementara di kelas Hypercar, Toyota tampil sebagai juara.
Putaran kedua FIA WEC 2026 akan berlangsung di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia, pada 9 Mei.
Baca juga: Sean Gelael jalani start sulit di putaran pembuka GTWCE
Baca juga: Sean Gelael hadapi "perang bintang" di kelas Pro GTWCE 2026
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.