Jakarta (ANTARA) - Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral ASEAN menegaskan kembali komitmen kawasan untuk memperkuat ketahanan dan kerja sama finansial di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
"Seiring meningkatnya ketegangan geopolitik, persatuan menjadi lebih penting dari sebelumnya. Tekad kolektif kita mengirimkan sinyal kuat kepada seluruh dunia bahwa kita tetap tangguh dalam menghadapi kesulitan," kata Menteri Keuangan Filipina Frederick D. Go dalam pernyataan resmi ASEAN 2026 yang diterima di Jakarta, Senin
Sementara itu, Gubernur Bank Sentral Filipina Eli M. Remolona, Jr. menggarisbawahi kekuatan unik ASEAN dalam persatuan. "Di dunia yang lebih terfragmentasi, keunggulan ASEAN adalah kekuatan kita dalam bekerja sama."
Pertemuan Menteri Keuangan ASEAN (AFMGM) mempertemukan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara anggota ASEAN untuk membahas perkembangan ekonomi global dan regional di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik, volatilitas pasar keuangan dan perubahan teknologi yang cepat.
Pertemuan itu menekankan pentingnya kebijakan makroekonomi yang sehat, penguatan koordinasi kebijakan, dan kewaspadaan berkelanjutan terhadap risiko eksternal demi menjaga stabilitas keuangan regional.
Mereka menyambut baik progres program kerja sama finansial ASEAN, menegaskan kembali komitmen untuk memperdalam integrasi keuangan dan meningkatkan ketahanan regional.
Inisiatif tentang konektivitas pembayaran, pengembangan pasar modal, dan kesehatan keuangan disorot sebagai prioritas utama yang mendukung Prioritas Hasil Ekonomi Filipina di bawah jalur keuangan ASEAN.
Para menteri dan gubernur itu juga menekankan pentingnya memajukan konektivitas pembayaran lintas batas untuk memfasilitasi perdagangan, investasi, pariwisata, dan pengiriman uang.
Mereka juga menyambut baik Proyek Nexus, hubungan pembayaran bilateral dan multilateral yang sudah ada, dan inisiatif konektivitas lainnya seraya menggarisbawahi pentingnya kerja sama berkelanjutan dalam interoperabilitas, keselarasan regulasi, tata kelola data, perlindungan konsumen, dan inovasi yang bertanggung jawab dalam keuangan digital, termasuk penggunaan AI dan teknologi baru yang aman dan tepercaya.
Pertemuan itu sekaligus menegaskan kembali komitmen untuk memobilisasi modal swasta, memperkuat manajemen risiko iklim, serta meningkatkan ketahanan sistem keuangan.
Pada kesempatan itu, juga digelar Pertemuan Wakil Menteri Keuangan dan Bank Sentral ASEAN+3, di mana para pejabat senior dari 11 negara anggota ASEAN dan China (dengan Hong Kong), Jepang, dan Korea membahas penguatan ketahanan regional melalui peningkatan kerja sama keuangan ASEAN+3, termasuk jaring pengaman keuangan dan inisiatif pasar obligasi.
Para menteri dan gubernur menyambut baik keterlibatan mitra eksternal, termasuk AS, Uni Eropa, dan Dewan Bisnis ASEAN, serta mengapresiasi Filipina atas suksesnya AFMGM dan pertemuan terkait.
AFMGM diselenggarakan secara virtual pada 7-11 April 2026, dengan Filipina sebagai Ketua ASEAN.
Sebagian besar pertemuan ASEAN tahun ini beralih ke format virtual mengingat krisis pasokan energi akibat konflik Timur Tengah.
Baca juga: Menkeu dan gubernur bank ASEAN perkuat kerja sama keuangan
Baca juga: Filipina dorong ASEAN-UE perluas akses layanan keuangan
Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.