Sekarang yang sedang kita pikirkan adalah bagaimana penyetaraan bagi diaspora Indonesia yang ada di luar untuk sampai pada tahap peneliti utama
Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong upaya penyetaraan bagi akademisi diaspora Indonesia di luar negeri agar dapat mencapai jenjang peneliti utama di dalam negeri.
"Sekarang yang sedang kita pikirkan adalah bagaimana penyetaraan bagi diaspora Indonesia yang ada di luar untuk sampai pada tahap peneliti utama. Kalau ini bisa kita lakukan, akan banyak diaspora yang kembali ke Indonesia dan memperkuat riset kita," kata Kepala BRIN Arif Satria dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Ia menekankan keberadaan diaspora Indonesia di luar negeri tetap penting sebagai penghubung kolaborasi dengan berbagai lembaga riset dunia. Namun bagi diaspora yang ingin kembali, BRIN berupaya menyiapkan berbagai instrumen untuk mendukung hal tersebut.
"Ini akan bisa membantu mempercepat proses brain gain, kita akan mendapatkan talenta-talenta yang dahsyat dari berbagai negara untuk memperdayakan potensi-potensi mereka," ujarnya.
Baca juga: Kepala LIPI ungkap strategi rekrut diaspora peneliti
Arif menggarisbawahi pentingnya penguatan ekosistem riset melalui sinergi antara BRIN, perguruan tinggi, dan lembaga riset internasional, sebab kolaborasi ketiganya harus berjalan seirama.
Ia juga menyoroti dukungan pendanaan riset melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang dinilai menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ekosistem riset nasional.
Dengan berbagai upaya tersebut, BRIN diharapkan dapat menarik talenta-talenta unggul, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk memperkuat kapasitas riset nasional.
Sementara itu Direktur Fasilitasi Riset LPDP Ayom Widipaminto menjelaskan LPDP sebagai pengelola dana abadi saat ini mengelola empat dana abadi bidang pendidikan, yakni dana abadi pendidikan untuk beasiswa, dana abadi penelitian, dana abadi kebudayaan, serta dana abadi perguruan tinggi.
Baca juga: Kekurangan peneliti, BRIN buka peluang formasi periset pada CPNS 2026
Ayom menekankan peran pendanaan menjadi krusial dalam pengembangan riset yang bersifat jangka panjang. LPDP sebagai pengelola dana abadi memiliki fungsi sebagai fasilitator pendanaan yang mendorong percepatan pengembangan riset secara berkelanjutan.
Menurutnya, keberlanjutan menjadi kunci dalam penguatan ekosistem riset, seiring dukungan dana abadi penelitian yang terus tersedia untuk mendanai berbagai program pengembangan talenta dan riset.
"Dari SMA, S1, S2 maupun menuju ke riset yang menuju global, kita akan siapkan dananya, baik untuk apresiasi maupun untuk risetnya," ucap Ayom Widipaminto.
Baca juga: Peneliti BRIN ungkap faktor pembentuk tren pekerjaan di masa depan
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.