Kuala Lumpur (ANTARA) - Organisasi Malaysia-Indonesia (Malindo) memberikan bantuan dana untuk membeli peralatan latihan peserta didik Gugus Depan (Gudep) Pramuka KBRI di Kuala Lumpur.
Bantuan itu diberikan oleh Ketua Malindo Indonesia RNgt Desi Hamzah kepada Ketua Gudep Putri, Oktaviani Indria Purnamasari, dalam acara Halal Bihalal Malindo di Royale Chulan Hotel, Kuala Lumpur, Senin (20/4).
Dalam keterangan di Kuala Lumpur, Selasa, bantuan tersebut diserahkan dengan disaksikan Duta Besar RI untuk Malaysia Raden Dato' Mohammad Iman Hascarya Kusumo, Wakil Duta Besar Danang Waskito, dan Ketua Malindo Malaysia Datin Norlia Marzuki.
Bantuan dari organisasi Malindo untuk Gudep KBRI Kuala Lumpur itu tidak lepas dari eksistensi dan peran besar Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Kuala Lumpur yang selama ini memiliki hubungan kerja sama yang baik.
Malindo berharap bantuan tersebut dapat mendukung berbagai kegiatan kepramukaan di Kuala Lumpur.
Baca juga: KBRI Malaysia ingatkan SPLP bukan dokumen izin kerja
Dalam kesempatan terpisah, Dato' Iman Kusumo mengingatkan agar Gudep KBRI Kuala Lumpur dapat menggunakan bantuan dari Malindo dengan bijaksana.
"Kami semua berharap dengan ada dukungan dari berbagai pihak, para peserta didik semakin semangat dalam melaksanakan latihan pramuka," harapnya.
Sementara itu, Danang Waskito, yang juga wakil Majlis Pembimbing Gudep KBRI Kuala Lumpur, menekankan pentingnya Gudep KBRI Kuala Lumpur membangun dan memperkuat pendidikan kebangsaan, pembentukan karakter, serta kepemimpinan dalam kepramukaan.
Adapun Ketua Gudep Putra, Joko Satria, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya, khususnya kepada Malindo dan KBRI Kuala Lumpur, yang selama ini selalu mendukung keberadaan Gudep.
"Kami akan memanfaatkan dan menjaganya dengan baik serta berusaha lebih baik ke depannya," ujar Joko.
Baca juga: Kementerian P2MI, KBRI Kuala Lumpur percepat pendataan pekerja migran
Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.