Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal meminta pemerintah untuk segera memulangkan 13 anak buah kapal (ABK) yang hingga kini masih terjebak di Baku, Azerbaijan usai sebelumnya dievakuasi dari Iran akibat situasi perang di Timur Tengah.

Deng Ical, sapaan akrab Syamsu Rizal meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk segera mengambil langkah cepat dan konkret guna memulangkan para ABK tersebut.

“Kita tidak bisa membiarkan warga negara Indonesia terkatung-katung di negara orang tanpa kepastian. Negara harus segera hadir dan memberikan perlindungan maksimal,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan meskipun para ABK tersebut telah keluar dari wilayah konflik, namun mereka kini menghadapi berbagai persoalan baru, mulai dari ketidakpastian hukum, keterbatasan logistik, hingga lambatnya proses repatriasi ke tanah air.

Ia pun menekankan bahwa proses repatriasi tidak boleh terhambat oleh persoalan administrasi yang berlarut-larut. Menurutnya, keselamatan dan kepastian nasib warga negara harus menjadi prioritas utama pemerintah.

Baca juga: KBRI tangani insiden ledakan kapal di Selat Hormuz, 3 WNI masih hilang

Deng Ical berharap Kemenlu bersama Dubes LBBP RI untuk Azerbaijan, Berlian Helmy, dan instansi terkait dapat segera mempercepat proses koordinasi dengan otoritas setempat di Azerbaijan sehingga kepulangan para ABK bisa segera direalisasikan.

Selain itu, ia juga berharap Kemlu dan Dubes segera mengkoordinasikan berbagai kemungkinan repatriasi, termasuk berkoordinasi dengan beberapa negara strategis, terutama Turki.

Ia turut meminta Panglima TNI memerintahkan atase pertahanan terdekat untuk membuat rencana strategis repatriasi.

“Jangan sampai ada warga negara kita yang terlantar karena lambannya respons. Ini soal tanggung jawab negara,” ucapnya.

Lebih lanjut, legislator dari komisi yang membidangi soal luar negeri itu meminta pemerintah untuk menanggung seluruh biaya pemulangan para ABK lantaran kondisi mereka saat ini dalam situasi darurat.

“Mereka sudah berhasil keluar dari zona konflik, tetapi bukan berarti masalah mereka selesai. Pemerintah harus memastikan mereka bisa segera kembali ke Indonesia dengan aman dan tanpa beban tambahan,” ucapnya.

Baca juga: Kemlu: Tiga WNI ABK Gold Autumn selamat dan akan kembali ke RI

Baca juga: KJRI Karachi fasilitasi pemulangan tiga ABK penyintas kebakaran kapal

Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.