Jakarta (ANTARA) - Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyalurkan bantuan kepada penyintas bencana hidrometeorologi di hunian sementara Desa Tunyang, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Dalam keterangan diterima di Jakarta, Selasa, disebutkan bantuan tersebut terdiri atas 222 paket perlengkapan dapur dan perlengkapan makan, disertai dua toren penampungan air berkapasitas 2.000 liter.
Paket bantuan ini disalurkan untuk mendukung percepatan pemulihan sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan dasar sosial dan ekonomi bagi penyintas bencana yang menghuni hunian sementara (huntara) di Desa Tunyang.
Pada kesempatan itu, Tito mengungkapkan kondisi penyintas bencana di Desa Tunyang sudah jauh lebih membaik ketimbang dua bulan lalu, seiring dengan rampungnya pembangunan huntara yang dilengkapi fasilitas publik yang memadai berupa sanitasi, tempat bermain anak, fasilitas olahraga, aula dan masjid untuk kegiatan masyarakat.
"Ini (huntara) luar biasa saya enggak banyak melihat yang seperti ini. Sangat rapi dan mereka juga terlihat sekali wajah masyarakat jauh beda waktu kita dua bulan lalu datang, mereka menangis, di sini mereka sudah tersenyum tertawa," kata Tito.
Sebagai langkah lanjutan, Tito mengatakan akan memastikan aneka bantuan sosial lainnya segera tersalurkan, yang terdiri dari bantuan jaminan hidup (jadup) senilai Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan.
Di sisi lain, ada juga bantuan isi hunian senilai Rp3 juta dan bantuan stimulan ekonomi senilai Rp5 juta per kepala keluarga.
Baca juga: Kaposwil PRR apresiasi solidaritas daerah bantu pemulihan Aceh
Bantuan jadup, isi hunian, dan stimulan ekonomi merupakan salah satu skema bantuan pascabencana yang diberikan untuk menjamin keberlangsungan hidup penyintas bencana selama menanti hunian tetap (huntap) rampung dibangun.
Lebih lanjut, Tito juga meminta jajaran Pemerintah Kabupaten Bener Meriah untuk mempercepat dan melengkapi pendataan penerima huntap.
Sebab terdapat dua model pembangunan huntap yang perlu divalidasi, yakni huntap in-situ atau di lokasi semula dan huntap komunal dalam satu kompleks.
"Jadi, saya memerlukan data itu secepat mungkin. Nanti tolong (mereka) didatangi, Bapak Bupati (Bener Meriah Tagore Abubakar), apa pilihan dari warga- warga," kata Tito.
Menurut Tito, kecepatan dan kelengkapan data dari pemerintah daerah (pemda) merupakan faktor kunci percepatan pembangunan huntap agar para penyintas bencana tidak terlampau lama tinggal di huntara.
Kunjungan Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian ke Bener Meriah merupakan bagian rangkaian agenda meninjau progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sekaligus memantau perkembangan kondisi terkini penyintas bencana di Aceh.
Pada kesempatan itu, turut hadir Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal Zakaria Ali, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar, dan jajaran Forkopimda se-Kabupaten Bener Meriah.
Baca juga: Kasatgas PRR saksikan penyerahan Surat Bantuan Keuangan Khusus
Baca juga: Satgas PRR percepat pemulihan infrastruktur pascabencana Sumatera
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.