Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) meninjau kondisi harga dan keamanan pangan secara langsung di enam pasar tradisional.

"Meninjau pasar yang ada di Jakarta Timur. Dari enam pasar, saya terjadwal di Kelurahan Palmeriam. Pasar ini kebetulan memang berada di tengah lingkungan masyarakat," kata Wakil Walikota Jakarta Timur Kusmanto di Pasar Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur, Selasa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari monitoring rutin pemerintah daerah untuk memastikan stabilitas harga sekaligus keamanan bahan pangan yang beredar di masyarakat.

Dalam kunjungannya, Kusmanto menyampaikan bahwa secara umum kondisi pasar cukup baik, terutama dari sisi ketersediaan bahan pokok.

Namun, dia menyoroti aspek kebersihan pasar yang masih perlu mendapat perhatian lebih dari pengelola.

"Pasarnya cukup baik, hanya memang perlu diperhatikan dari sisi kebersihan agar masyarakat lebih nyaman saat berbelanja," ujar Kusmanto.

Selain itu, Kusmanto menjelaskan, dari hasil pemantauan sementara, stok berbagai komoditas seperti sayur-mayur, buah-buahan, ikan, daging ayam, hingga daging sapi terpantau aman dan tersedia cukup.

Pemerintah Kota Jakarta Timur juga melakukan pengambilan sampel terhadap sejumlah bahan pangan untuk diuji di laboratorium.

"Kami menyampel sayur, buah, serta daging ayam dan sapi, baik dari sisi harga maupun kandungannya. Nanti hasilnya akan diuji di laboratorium. Jika ditemukan kandungan berbahaya, kami akan minta untuk ditarik dari peredaran," jelas Kusmanto.

Selain memastikan keamanan pangan, Kusmanto juga menerima laporan dari para pedagang terkait dinamika harga.

Dia menyebutkan terdapat fluktuasi harga pada beberapa komoditas, meskipun masih dalam batas wajar.

Untuk daging sapi, harga mengalami kenaikan sekitar Rp10.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp150.000 menjadi Rp160.000. Sementara itu, harga daging ayam justru mengalami penurunan. Adapun harga sayur-mayur relatif stabil, meskipun cabai tercatat mengalami kenaikan.

"Kenaikan harga masih belum signifikan, masih dalam batas wajar. Untuk telur juga masih aman," ucap Kusmanto.

Dalam kesempatan tersebut, Kusmanto juga mengimbau pengelola pasar agar lebih serius menjaga kebersihan lingkungan, termasuk melakukan pemilahan sampah.

Menurutnya, kebersihan pasar menjadi faktor penting dalam meningkatkan minat masyarakat untuk berbelanja di pasar tradisional.

Tak hanya itu, dia turut mengajak masyarakat untuk mulai mengembangkan konsep pertanian perkotaan (urban farming) sebagai salah satu solusi menjaga ketahanan pangan keluarga.

"Mari galakkan urban farming. Manfaatkan pekarangan, walaupun kecil, untuk menanam cabai, sayur-mayur, atau bahkan budidaya ikan sebagai sumber protein keluarga," ucap Kusmanto.

Kusmanto berharap, melalui langkah tersebut, masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus membantu menekan pengeluaran rumah tangga di tengah dinamika harga bahan pokok.

Dengan adanya pemantauan langsung ini, Pemerintah Kota Jakarta Timur berkomitmen menjaga stabilitas harga serta memastikan bahan pangan yang beredar aman dan layak konsumsi bagi masyarakat.

Baca juga: Pondok Kopi optimalkan bantuan gerobak, perkuat sistem sampah berbasis warga

Baca juga: Pemkot Jaktim tangkap 1,83 ton ikan sapu-sapu di 10 kecamatan

Baca juga: KPKP Jaktim dorong penangkapan ikan sapu-sapu di setiap kecamatan

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.