Koba, Babel, (ANTARA) - Tentara Nasional Indonesia (TNI) segera merealisasikan pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Desa Nibung, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, guna memperkuat kedaulatan negara sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis saat meninjau lokasi pembangunan di Desa Nibung, Rabu, mengatakan pihaknya telah menerima hibah lahan strategis seluas 50 hektare.

"Kami sudah mendapatkan hibah lahan seluas 50 hektare di lokasi yang sangat strategis dan dalam waktu dekat, setelah ada alokasi anggaran dari Kementerian Pertahanan, pembangunan akan segera dimulai," katanya.

Ia menyebutkan dari sejumlah lokasi yang telah ditinjau, Bangka Tengah menjadi wilayah yang paling siap untuk pembangunan Yonif TP, baik dari sisi status lahan maupun luas area.

"Lahan yang disediakan pemerintah daerah sudah sangat siap, tidak ada kendala dan statusnya sudah jelas (clean and clear)," ujarnya.

Baca juga: TNI tambah 15 batalyon percepat bangun jembatan dan hunian di Sumatera

Selain itu, kata dia, secara geografis, lokasi mendukung karena dekat dengan permukiman warga, memiliki akses jalan beraspal, serta telah tersedia jaringan listrik.

Ujang menegaskan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pembangunan sekaligus mendukung program pemerintah dalam memperkuat pertahanan wilayah di seluruh Indonesia.

"Saya sengaja datang bersama para pejabat utama Kodam agar dapat melihat langsung kondisi di lapangan. Secara keseluruhan, lokasi ini sudah sangat layak untuk dibangun," katanya.

Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mengatakan lahan yang dihibahkan telah berstatus clear and clean (CnC) atau siap secara administratif.

Ia mengakui sebagian lahan sebelumnya dimanfaatkan masyarakat untuk perkebunan sawit. Namun, melalui pendekatan pemerintah desa, pemilik lahan telah mengikhlaskan tanpa tuntutan ganti rugi.

Baca juga: TNI AD siapkan 1.728 prajurit baru Batalyon Teritorial Pembangunan

"Ada lahan yang sudah ditanami sawit, namun masyarakat telah memahami dan mengikhlaskan tanpa kompensasi," ujarnya.

Algafry berharap pembangunan markas TNI AD tersebut segera terealisasi guna memperkuat pertahanan wilayah sekaligus mendukung program ketahanan pangan di daerah.

Pembangunan Batalyon TP ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat, terutama melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi pembangunan.

"Keberadaan Batalyon TP dapat memperkuat sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program pembangunan, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan berbasis wilayah," katanya.

Pewarta: Ahmadi
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.