counter

Indonesia hadirkan pembatik ke Saint-Vincent and The Grenadines

Indonesia hadirkan pembatik ke Saint-Vincent and The Grenadines

Dokumentasi pembatik di Penggaron, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (14/3), tengah berkarya. Data Kementerian Perindustrian, menyatakan, sektor industri kecil menengah batik yang setiap tahun bertumbuh hingga sebesar 67 persen pada 2015 telah berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja sebanyak 199.444 orang dengan nilai IKM mencapai US$ 50,43 juta. (ANTARA FOTO/Aditya P Putra)

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia menghadirkan dua pengrajin batik asal Daaerah Istimewa Yogyakarta ke Saint Vincent and the Grenadines untuk memperkenalkan batik Indonesia di negara itu. 

Situs resmi Kementerian Luar Negeri, di Jakarta, Rabu, menyebutkan, dua pembatik itu hadir di Doris McKie Resource Centre, kawasan Cane Hall, Kingstown, pada April ini. 

Mereka adalah Suharyanto dan Gamal Bya yang akan memperkenalkan teknik dan filosofi batik Indonesia kepada masyarakat di negara itu.

Pemerintah St Vincent and the Grenadines memang telah mengungkapkan ketertarikan terhadap pembuatan batik di Indonesia.

Hal itu karena negara tersebut mempunyai lukisan-lukisan artistik warisan budaya yang mulai ingin diperkenalkan ke dunia internasional. 

Pewarta: Yuni Arisandy
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Industri batik Pekalongan didukung permodalan dari koperasi

Komentar