Jakarta (ANTARA) - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus memperkuat transformasi hijau dengan memanfaatkan bahan bakar alternatif hingga energi bersih guna menekan emisi dalam operasional perusahaan.

Perusahaan memanfaatkan limbah industri, biomassa, serta sampah perkotaan yang diolah menjadi bahan bakar alternatif refuse-derived fuel (RDF), seiring upaya menekan emisi sekaligus meningkatkan efisiensi.

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni dalam keterangan di Jakarta, Kamis menyampaikan di tengah meningkatnya urgensi isu perubahan iklim, perusahaan plat merah di industri semen ini mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam strategi bisnis melalui optimalisasi energi terbarukan dan inovasi pengelolaan limbah.

Pendekatan ini kata dia, tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memperkuat daya saing perusahaan.

“Melalui berbagai inisiatif strategis, SIG membuktikan bahwa kinerja keberlanjutan dapat berjalan seiring dengan kinerja bisnis, bahkan memperkuat ketahanan operasional perusahaan,” ujarnya.

Ia menyampaikan sepanjang 2025, pemanfaatan bahan bakar alternatif RDF meningkat 24 persen menjadi 681 ribu ton, setara dengan pengurangan penggunaan batu bara hingga 467 ribu ton. Capaian ini turut mendorong peningkatan thermal substitution rate menjadi 9,77 persen.

Inisiatif tersebut tidak hanya berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca (GRK), tetapi juga menjadi solusi pengelolaan limbah sekaligus membuka nilai ekonomi baru, termasuk bagi sektor pertanian melalui pemanfaatan biomassa.

Selain itu, pihaknya juga memperluas penggunaan energi bersih melalui pemasangan panel surya di berbagai unit operasional serta pemanfaatan teknologi Waste-Heat Recovery Power Generation (WHRPG) untuk mengonversi panas buang menjadi listrik.

Upaya ini berhasil menurunkan intensitas emisi GRK cakupan 1 sebesar 21 persen dibandingkan baseline 2010, serta emisi cakupan 2 sebesar 15 persen dibandingkan baseline 2019.

Selain itu disampaikan dia, di sektor pertambangan, perusahaan turut menjalankan praktik berkelanjutan melalui reklamasi lahan pascatambang. Hingga 2025, SIG telah mereklamasi lahan seluas 628 hektare di berbagai wilayah operasional.

Komitmen terhadap keberlanjutan tersebut juga mendapat pengakuan melalui enam penghargaan PROPER Hijau 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup, yang diraih oleh sejumlah pabrik semen SIG dan entitas anak usaha.

Baca juga: PLN tekankan keadilan dalam investasi pengembangan EBT di Indonesia

Baca juga: Airlangga sebut Indonesia unggul dalam pengembangan hilirisasi

Baca juga: BKPM: Proyek energi hijau jadi daya tarik RI bagi investor luar negeri

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.