Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) dan Cruz Vermelha de Timor-Leste (CVTL) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang kerja sama penguatan kapasitas organisasi dan layanan aksi kemanusiaan lintas batas antara kedua negara.
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla menegaskan pentingnya solidaritas kemanusiaan lintas negara. Nota Kesepahaman tersebut, katanya, menjadi kerangka kerja bagi kedua organisasi dalam mengembangkan koordinasi, kolaborasi, dan sinergi sesuai mandat organisasi palang merah.
Baca juga: PMI kirim logistik bantuan untuk Timor Leste upaya penanganan COVID-19
“Kita bisa bekerja di mana saja, karena kemanusiaan tidak dibatasi oleh batas negara. Jika terjadi bencana di Indonesia, Timor-Leste dapat datang membantu, begitu pula sebaliknya. Kerja sama ini penting, karena kita adalah negara bertetangga. Terima kasih atas kemitraan yang telah terjalin,” katanya di Jakarta, Kamis.
Dia menjelaskan ruang lingkup kerja sama mencakup berbagai bidang strategis, antara lain manajemen risiko bencana dan krisis kesehatan, pengurangan risiko kesehatan masyarakat, penanganan konflik kemanusiaan, pengelolaan relawan, layanan donor darah, pertolongan pertama, pemulihan hubungan keluarga, air dan sanitasi, hingga diplomasi kemanusiaan dan manajemen logistik.
Selain itu, katanya, kedua pihak juga berkomitmen untuk membangun ketangguhan masyarakat yang inklusif, akuntabel, dan berkelanjutan di wilayah perbatasan, serta memperkuat kapasitas organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan, termasuk dampak perubahan iklim.
Sementara itu, Presiden CVTL Madalena Fernandes Melo Hanja Costa Soares menekankan kedekatan historis dan pentingnya penguatan kapasitas bersama.
“Kita berbatasan sangat dekat dengan Indonesia (Nusa Tenggara Timur). Tradisi dan budaya kita juga memiliki banyak kesamaan seolah tidak ada batas. Ke depan, ada berbagai kegiatan kemanusiaan yang perlu kita jalankan bersama, termasuk penguatan kapasitas yang sangat penting," katanya.
Baca juga: PMI DIY terima hibah alat medis Rp3,3 miliar untuk tingkatkan layanan
Baca juga: PMI sebut siap salurkan bantuan masyarakat RI untuk Iran
Menurutnya, dengan ribuan relawan yang dimiliki, pelatihan menjadi kunci untuk meningkatkan semangat dan kesiapan mereka.
Nota Kesepahaman tersebut berlaku selama lima tahun sejak tanggal penandatanganan dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Implementasinya akan ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama teknis atau komitmen bersama sesuai kebutuhan program di lapangan.
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.