Jakarta (ANTARA) - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bersama sejumlah mitra asosiasi dan industri menjadikan wilayah Cilincing, Jakarta Utara, sebagai wilayah percontohan (role model) dalam upaya percepatan eliminasi penyakit TB.

Kolaborasi ini diwujudkan melalui aksi jemput bola berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan skrining massal yang dipusatkan di GOR SOVO, Cilincing, guna mendeteksi kasus-kasus aktif di tengah permukiman padat penduduk.

Dekan FKUI Prof Anna Rozaliyani dalam kegiatan Cek Kesehatan Gratis dan Skrining TB di Cilincing, Jakarta Utara, Jumat, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pemerintah daerah.

"Jakarta Utara (dipilih karena) angka TB-nya memang masih cukup tinggi dan kita perlu bantu untuk eliminasi lebih signifikan, sehingga pemilihan daerah disini harapannya menjadi role model," kata Anna.

Anna menambahkan bahwa target minimal dalam kegiatan ini adalah melakukan skrining terhadap 300 orang warga yang memiliki riwayat kontak erat maupun masyarakat yang menunjukkan gejala klinis serupa TB.

​FKUI juga memastikan bahwa temuan kasus dari hasil skrining ini tidak akan dibiarkan tanpa penanganan, melainkan akan dikawal melalui sistem rujukan yang terintegrasi dengan rumah sakit nasional.

Ia juga menegaskan kesiapan fasilitas kesehatan pendukung jika dalam proses pemeriksaan ditemukan warga yang mengalami kondisi medis yang kompleks.

"Nanti kalau ada komplikasi dan yang lain-lain bisa dirujuk ke RS Persahabatan (sebagai) rumah sakit pusat rujukan respirasi nasional, Rumah Sakit UI kita juga ada, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo juga ada, tapi tentu yang sederhana kita tangani (di faskes) setempat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat PDPI Dr Arief Riadi Arifin menyatakan dukungannya terhadap standardisasi pelayanan pengobatan TB di setiap lini fasilitas kesehatan pascakegiatan skrining ini.

​Ia memastikan para dokter paru yang tergabung dalam PDPI akan menjalankan tugas kuratif dan preventif sesuai dengan pedoman nasional agar pasien mendapatkan pengobatan yang tepat sejak dini.

"Anggota kami yang tersebar ini, baik di rumah sakit maupun di faskes pertama, ataupun di RSUD itu akan menjalankan seperti dengan standar pengobatan yang ada," ucap Arief Riadi Arifin.

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.