Caracas (ANTARA) - Menteri Pendidikan Venezuela Hector Rodriguez dalam rapat umum di negara bagian Monagas, Kamis (23/4) mengatakan warga Venezuela telah menjadi korban sanksi AS.
"Kita semua menjadi korban sanksi," kata Rodriguez saat unjuk rasa "Ziarah Nasional Akbar" (Great National Pilgrimage) yang diselenggarakan oleh Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez untuk menuntut diakhirinya sanksi dan menyuarakan perdamaian.
"Sebagian besar rakyat Venezuela tidak ingin melanjutkan konfrontasi yang sia-sia," kata menteri tersebut seraya menyerukan kelompok-kelompok sosial dan politik di negara itu untuk bersatu dalam menuntut pencabutan sanksi.
Dia menyebutkan sanksi terhadap sektor perminyakan telah memangkas pendapatan ekspor minyak mentah. Hector Rodriguez menyampaikan "kecerdikan rakyat Venezuela" telah membantu negara itu keluar dari masa-masa tersulit.
"Kita telah melewati titik kritis saat rak-rak toko kosong dan penghasilan minim," katanya.
"Ziarah Nasional Akbar" diluncurkan pada 19 April di seluruh Venezuela dan akan berakhir pada 1 Mei dengan unjuk rasa di Caracas.
Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.