Jakarta (ANTARA) - Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab menegaskan Indonesia tidak hanya bangga memiliki sosok Kartini dalam sejarah nusantara, tetapi juga memiliki kewajiban dan tanggung jawab meneruskan perjuangan Kartini dan mempromosikan nilai-nilai luhurnya.
"Hari ini Indonesia berdiri sebagai bukti nyata hidup dari visi Kartini. Seorang perempuan pernah memimpin bangsa ini sebagai Presiden. Perempuan Indonesia juga telah mengemban peran strategis sebagai Ketua DPR, Menteri Luar Negeri, Keuangan, Kelautan, Kesehatan, dan Lingkungan Hidup—menghadapi dan mengelola berbagai tantangan global yang paling menentukan di era kita," katanya.
KBRI Ottawa menyelenggarakan Indonesia's Legacy of Women Empowerment: Celebrating the 1st Anniversary of the Inscription of Kartini's Letters in the UNESCO's Memory of the World Register through Culture di KBRI, Kamis (23/4).
Dalam siaran pers KBRI Ottawa di Jakarta, Jumat, dubes mengatakan dalam konteks diplomasi, dunia diprediksi akan melihat lebih banyak lagi Kepala Perwakilan perempuan dari Indonesia karena rekrutmen diplomat Indonesia dalam 1-2 dekade terakhir didominasi oleh perempuan.
Sementara itu, Menteri Urusan Imigrasi, Pengungsi dan Kewarganegaraan Kanada Lena Metlege Diab yang hadir pada acara tersebut menyampaikan kekaguman sekaligus rasa harunya usai menyaksikan film tentang R.A Kartini.
"Surat-surat R.A. Kartini bukan sekadar dokumen sejarah, melainkan jendela pemikiran seorang perempuan muda yang berani menolak batasan zamannya. Melalui gagasan tentang pendidikan, kesetaraan, dan kekuatan pengetahuan, Kartini menunjukkan bahwa kemajuan lahir ketika kita berani menantang konvensi dan membuka peluang," katanya.
Menurutnya, warisan Kartini terus hidup menginspirasi perempuan di Indonesia dan dunia, serta mengingatkan bahwa ketika perempuan diberdayakan, seluruh masyarakat akan ikut maju.

Penampilan seni budaya Nusantara pada Indonesia's Legacy of Women Empowerment: Celebrating the 1st Anniversary of the Inscription of Kartini's Letters in the UNESCO's Memory of the World Register through Culture di KBRI, Kamis (23/4/2026). (ANTARA FOTO/HO-KBRI Ottawa)
Pada kesempatan itu, para tamu disuguhkan film singkat tentang Kartini yang menggambarkan perjuangan serta perannya bagi emansipasi perempuan Indonesia.
Film itu juga menyoroti bagaimana para pendiri bangsa telah memandang penting pemberdayaan perempuan sejak didirikannya Republik Indonesia, dimana Maria Ulfa Santoso menjadi Menteri Sosial pada 1946.
Kini Indonesia memiliki banyak figur perempuan inspiratif, di antaranya Sri Mulyani sebagai Menkeu perempuan pertama, Retno Marsudi sebagai Menlu perempuan pertama, hingga Armida Alisjahbana sebagai Under-Secretary-General of the United Nations and Executive Secretary of the Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (ESCAP) sejak 2018 hingga sekarang.
Perayaan pengakuan surat-surat Kartini sebagai Memori Dunia diharapkan digelar di seluruh Perwakilan RI, karena Kartini merupakan aset soft power Indonesia yang relevan lintas zaman dan penting untuk dipromosikan sebagai wajah kemajuan, kesetaraan, dan peradaban Indonesia di panggung global, seperti dikutip.
Baca juga: Dubes: R.A. Kartini bawa wanita Indonesia maju dan berjati diri
Baca juga: KBRI Ottawa: Asia Tenggara episentrum pertumbuhan global
Baca juga: KBRI Ottawa fasilitasi ekspor boga RI senilai Rp1,5 miliar ke Kanada
Pewarta: Asri Mayang Sari
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.