Jakarta (ANTARA) - Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Prasetiya Mulya menjalin kerja sama strategis dalam penyelenggaraan Program Sarjana–Magister Terintegrasi (PSMT) yang memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan sarjana dan magister dalam satu jalur berkelanjutan.
Melalui program tersebut, mahasiswa program Digital Business Technology serta AI & Robotics di Universitas Prasetiya Mulya dapat mengikuti skema percepatan studi dengan durasi lima tahun untuk meraih dua gelar sekaligus, yakni sarjana dari Universitas Prasetiya Mulya dan magister dari ITB.
Dekan Sekolah Teknik Elektro dan Informatik (STEI) ITB Tutun Juhana mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam menyiapkan talenta unggul di bidang teknologi.
“Ini bukan sekadar kolaborasi kampus, tetapi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat kemajuan industri Indonesia melalui pengembangan talenta yang unggul,” ujar Tutun dalam keterangan tertulis, diterima Jumat.
Skema ini dinilai lebih efisien dibandingkan jalur konvensional yang umumnya memerlukan waktu hingga enam tahun atau lebih, termasuk tahap matrikulasi, untuk menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister secara terpisah.
Sementara itu, Dekan program Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) Universitas Prasetiya Mulya Permata Nur Miftahur Rizki menyatakan program ini memberikan jalur yang lebih terarah dan efisien bagi mahasiswa dalam melanjutkan studi.
“Melalui Program Sarjana–Magister Terintegrasi (PSMT), mahasiswa memiliki kesempatan untuk menempuh studi secara lebih terarah dan efisien. Dalam lima tahun, mahasiswa dapat meraih dua gelar sekaligus. Selain itu, akses terhadap pengalaman akademik ITB kini menjadi lebih dekat karena terintegrasi dalam ekosistem pembelajaran di Universitas Prasetiya Mulya,” ungkapnya.
Pada tahap awal, kerja sama difokuskan pada bidang pendidikan melalui skema pengambilan kredit lintas institusi.
Mahasiswa Universitas Prasetiya Mulya dapat mengambil sejumlah mata kuliah magister ITB saat masih berstatus mahasiswa sarjana, yang nantinya akan diakui sebagai bagian dari kurikulum magister ketika melanjutkan studi di ITB.
Pada masa yang akan datang, kedua institusi pendidikan itu berencana mengembangkan kolaborasi di bidang riset terapan yang berorientasi pada kebutuhan industri.
Baca juga: Pakar ingatkan revitalisasi Gedung Sate-Gasibu jangan hanya sesaat
Baca juga: ITB perketat etika medsos mahasiswa usai lagu Erika picu keresahan
Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.