Ankara (ANTARA) - Turki menolak akses wilayah udaranya dilewati pesawat pemimpin Israel Isaac Herzog yang akan menuju ibu kota Kazakhstan, Astana, demikian dilaporkan situs berita penerbangan sipil HavasosyalMedya pada Selasa.
Rute reguler penerbangan tersebut melintasi Turki, Armenia, dan Azerbaijan, tetapi setelah rute dialihkan ke Eropa dan Rusia, maka waktu penerbangan dari Tel Aviv ke Astana diperpanjang menjadi delapan jam.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Ruang udara tersebut tetap terbuka bagi penerbangan komersial yang dioperasikan oleh maskapai penerbangan negara ketiga, sementara maskapai penerbangan Israel bisa menggunakannya untuk transit, kata sumber diplomatik di Ankara kepada RIA Novosti.
Turki memutus hubungan diplomatik dengan Israel sejak berlangsungnya operasi militer di Jalur Gaza. Komunikasi antara kedua negara itu dibatasi hanya pada kontak keamanan darurat.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Menlu Turki: Israel jadi ancaman langsung bagi keamanan global
Baca juga: Tiga kapal tanker Turki berhasil melintasi Selat Hormuz dengan selamat
Baca juga: Turki, mediator lain upayakan kelanjutan perundingan AS-Iran
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.