Surabaya (ANTARA) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengkaji perluasan skema embarkasi haji tanpa asrama di Bandara Dhoho Kediri, Jawa Timur, sebagai alternatif selain Juanda untuk meningkatkan efisiensi layanan dan mengurangi kepadatan pemberangkatan jamaah.
“Dhoho itu sangat representatif. Runway-nya panjang, pesawat berbadan lebar bisa landing dan take off di sana,” ujar Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji Muhadjir Effendy di Surabaya, Kamis.
Muhadjir Effendy menilai lokasi bandara yang tidak berada di kota besar juga menjadi keunggulan karena berpotensi menekan kemacetan saat proses pemberangkatan jamaah.
Menurutnya, keberadaan embarkasi baru di Kediri dapat melengkapi fungsi Embarkasi Juanda sehingga pembagian layanan jamaah haji di Jawa Timur menjadi lebih efektif.
“Jawa Timur bisa dibagi ke dua lokasi, Juanda dan Dhoho. Jemaah dari luar daerah juga bisa bergabung di dua titik itu,” katanya.
Meski demikian, Muhadjir menegaskan rencana tersebut masih dalam tahap kajian karena Bandara Dhoho merupakan aset milik swasta sehingga memerlukan regulasi dan kesepakatan dengan pihak pengelola.
“Masih dalam pengkajian karena itu milik swasta, perlu regulasi dan kesepakatan dengan pemilik,” katanya.
Ia berharap inisiasi penambahan embarkasi haji di Kediri dapat mulai dilakukan pada tahun depan guna mendukung peningkatan kualitas layanan ibadah haji.
“Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa diinisiasi,” ucapnya.
Baca juga: Jumlah calon haji Situbondo bertambah jadi 998 orang
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyebut keberadaan bandara menjadi syarat utama dalam penerapan model embarkasi tanpa asrama haji, dengan standar operasional penerbangan yang harus terpenuhi.
Pemerintah pusat juga telah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terkait rencana tersebut.
“Jawa Timur sudah kami diskusikan dengan Bu Gubernur. Insya Allah tahun depan kita tambah embarkasi tanpa asrama, termasuk di Dhoho Kediri, selain Juanda,” ujar Irfan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan Bandara Dhoho Kediri dinilai memiliki kesiapan infrastruktur memadai, termasuk kemampuan melayani pesawat berbadan besar.
“Bandaranya bagus, layak, bahkan untuk pesawat besar seperti triple seven juga bisa,” katanya.
Baca juga: Jamaah haji ramai kirim oleh-oleh via kargo jelang geser ke Makkah
Pewarta: Willi Irawan
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.