Surabaya kerap disebut sebagai salah satu kota dengan pengelolaan sampah terbaik di Indonesia

Surabaya (ANTARA) - Pagi di sudut kota sering dimulai dengan bunyi yang nyaris tak terdengar: roda gerobak yang berderit pelan, kantong plastik yang diseret, dan langkah-langkah petugas kebersihan yang bergerak sebelum hiruk pikuk dimulai.

Di balik rutinitas itu, ada satu sistem yang bekerja diam-diam namun menentukan wajah kota, yakni pengelolaan sampah.

Di Kota Surabaya, Jawa Timur, sistem ini sedang dibenahi secara serius. Bukan sekadar urusan angkut dan buang, melainkan upaya menyusun ulang arsitektur kebersihan kota secara menyeluruh.

Dalam beberapa tahun terakhir, Surabaya kerap disebut sebagai salah satu kota dengan pengelolaan sampah terbaik di Indonesia. Produksi sampahnya mencapai sekitar 1.800 ton per hari, dengan tingkat penanganan mendekati 95 persen.

Angka itu tidak datang begitu saja. Ia merupakan hasil dari kombinasi kebijakan, disiplin operasional, dan keterlibatan masyarakat. Namun di balik capaian itu, ada persoalan klasik yang terus mengintai, yakni ketidakseimbangan antara volume sampah dan kapasitas sistem.

Pembenahan yang kini dilakukan Pemerintah Kota Surabaya menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak lagi dilihat sebagai isu teknis semata. Ia telah bergeser menjadi isu tata kelola, bahkan budaya. Dari sini, menarik untuk melihat bagaimana kota ini mencoba menutup celah-celah yang selama ini luput dari perhatian.


Disiplin data

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.