Seoul (ANTARA) - Raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung Electronics, mencatatkan laba operasional tertinggi sepanjang masa pada kuartal pertama, berkat permintaan semikonduktor yang kuat.

Menurut perusahaan itu pada Kamis, laba operasional Samsung melonjak 756,1 persen dari setahun sebelumnya hingga mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 57,23 triliun won (1 won = Rp11,72) pada kuartal Januari-Maret 2026.

Pendapatannya melonjak 69,2 persen ke rekor tertinggi baru sebesar 133,87 triliun won, dan laba bersihnya melambung 474,3 persen menjadi 47,23 triliun won.

Rekor pendapatan tersebut didorong oleh melonjaknya permintaan cip memori serta kenaikan harga cip.

Bisnis pembuatan cip Samsung mencatat laba operasional sebesar 53,7 triliun won dengan pendapatan 81,7 triliun won pada kuartal yang berakhir 31 Maret itu.

Samsung mengatakan pihaknya melampaui rekor penjualan kuartalan dengan memenuhi permintaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bernilai tambah tinggi meskipun ketersediaan pasokan terbatas, dengan kenaikan harga memori di seluruh industri juga menjadi faktor pendukung.

Perusahaan tersebut memperkirakan permintaan cip akan tetap kuat pada Q2 2026 di tengah ekspansi infrastruktur AI, serta berencana mengirimkan sampel pertama HBM4E mereka untuk memperkuat kepemimpinan teknis.

Unit panel layarnya membukukan laba operasional sebesar 0,4 triliun won dengan pendapatan 6,7 triliun won pada kuartal Januari-Maret 2026.

Pendapatan untuk layar kecil dan menengah menurun karena efek musiman, tetapi pendapatan untuk layar besar mempertahankan penjualan yang stabil karena permintaan yang kuat untuk monitor gim OLED.

Unit telepon seluler (ponsel) dan jaringan menghasilkan laba operasional sebesar 2,8 triliun won dengan pendapatan sebesar 38,1 triliun won.

Penjualan ponsel meningkat sebagai hasil dari bauran produk premium pada Q1 2026, tetapi perusahaan itu memperkirakan penjualan ponsel akan menurun pada Q2 2026 di tengah berkurangnya efek peluncuran model-model baru.

Divisi TV dan peralatan rumah tangga membukukan laba operasional sebesar 0,2 triliun won dengan pendapatan sebesar 14,3 triliun won atau sekitar 9,6 miliar dolar AS.

Pewarta: Xinhua
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.