Karawang (ANTARA) - Arus lalu lintas di ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek cukup padat pada momentum libur panjang Hari Buruh Internasional, sehingga petugas melakukan rekayasa lalu lintas contraflow.

Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo dalam keterangannya di Karawang, Jawa Barat, Jumat menyampaikan PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mendukung diskresi pihak kepolisian dengan memberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow dari KM 55 sampai KM 65 arah Cikampek di ruas Tol Jakarta-Cikampek.

Baca juga: Jasa Marga: Arus ke luar Jakarta capai 1,1 juta kendaraan

Ia mengatakan contraflow diterapkan pada pukul 10.04 WIB, untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas yang menuju wilayah Timur Trans Jawa pada periode libur panjang Hari Buruh Internasional.

Rekayasa lalu lintas contraflow tersebut diberlakukan secara situasional berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan serta koordinasi antara JTT dan kepolisian untuk menjaga kelancaran serta keselamatan pengguna jalan.

Menurut Ria, penerapan contraflow merupakan salah satu langkah strategis untuk mengurai kepadatan kendaraan yang menuju arah Cikampek.

"Pemberlakuan contraflow satu lajur dari KM 55 hingga KM 65 arah Cikampek dilakukan atas diskresi kepolisian sebagai upaya menjaga kelancaran arus kendaraan yang menuju wilayah Timur Trans Jawa," katanya.

Baca juga: Petugas mulai terapkan one way di ruas Tol Cipali arah Jakarta

Baca juga: Jasa Marga: 14 persen kendaraan telah keluar Jakarta

JTT bersama pihak kepolisian terus melakukan pemantauan kondisi lalu lintas secara intensif untuk memastikan pengaturan lalu lintas berjalan optimal.

JTT mengimbau seluruh pengguna jalan tol Trans Jawa untuk tetap mengutamakan keselamatan dalam berkendara dengan memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima sebelum memulai perjalanan.

Pengguna jalan diharapkan menjaga jarak aman, memperhatikan rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan, terutama saat mengikuti rekayasa lalu lintas.

Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.