IPB memiliki peran besar dalam mencetak sumber daya manusia kehutanan yang unggul. Dengan jejaring alumni yang kuat, kita bisa mempercepat inovasi, memperkuat tata kelola, dan memastikan keberlanjutan sumber daya hutan Indonesia,
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, siap untuk memperkuat sinergi dengan Insitut Pertanian Bogor (IPB) terutama dengan para alumni dalam menghadapi berbagai tantangan sektor kehutanan.
“IPB memiliki peran besar dalam mencetak sumber daya manusia kehutanan yang unggul. Dengan jejaring alumni yang kuat, kita bisa mempercepat inovasi, memperkuat tata kelola, dan memastikan keberlanjutan sumber daya hutan Indonesia,” ujar Raja Antioni dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Adapun Menhut resmi dilantik sebagai pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Alumni IPB (HA IPB).
Raja Juli Antoni tercatat pernah menempuh pendidikan magister pada program studi Sosiologi Pedesaan di IPB pada 2001. Namun, ia memilih mengundurkan diri untuk melanjutkan studi master di Department of Peace Studies, University of Bradford, Inggris.
Baca juga: Kemenhut percepat penetapan hutan adat, kini capai 368 ribu hektare
“Pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran alumni IPB dalam mendukung pembangunan nasional, di antaranya di sektor kehutanan dan lingkungan hidup,” ujar Menhut Raja Antoni menambahkan.
Sementara itu, Ketua Umum HA IPB periode 2025–2029 Fauzi Amron turut menyampaikan apresiasi atas bergabungnya Raja Antoni.
“Sekali lagi selamat, bahwa IPB adalah rumah Bapak Raja Juli juga di masa-masa yang akan datang. Kami menitipkan harapan, karena rata-rata 80–90 persen pegawai kehutanan itu adalah alumni IPB,” kata Fauzi.
Baca juga: Pemerintah perkuat ekosistem-kesejahteraan lewat inovasi pembiayaan TN
Selain Menhut Raja Antoni, sejumlah tokoh juga turut menerima kartu keanggotaan alumni IPB, antara lain Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmad Pambudy, Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ogi Prastomiyono, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi, dan Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Mahfudz.
Baca juga: Menhut tegaskan inklusivitas dalam perdagangan karbon nasional
Baca juga: Menhut pastikan akuntabilitas, transparansi proses perdagangan karbon
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.