Jakarta (ANTARA) - Stres dan kecemasan merupakan bagian dari yang dirasakan banyak orang pada masa kini dan seringkali muncul tanpa membutuhkan alasan.

Menurut HH Guruji Sundar dari Aathman Awareness Centre dalam siaran Hindustan Times pada Senin (4/5), stres telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tetapi kelegaan sejati datang ketika pikiran menjadi tenang dan stabil. Saat ini, banyak orang menghadapi stres dan masalah terkait, seringkali mencari solusi instan.

Meskipun pengobatan dapat memberikan kelegaan sementara, mungkin tidak mengatasi akar penyebabnya. Sebagian besar stres berasal dari rasa takut, terlalu banyak berpikir, dan kurangnya stabilitas batin.

Baca juga: Ragam meditasi untuk tenangkan pikiran dan stabilkan emosi

Dalam hal ini, meditasi menjadi salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut. Meditasi yang teratur akan membantu penderitanya tidak melarikan diri dari situasi sulit, melainkan mampu menghadapi tantangan dengan pikiran yang tenang dan jernih.

Seiring waktu, ini membangun kepercayaan diri dan kekuatan emosional. Salah satu praktik sederhana adalah berfokus pada Chakra Ajna, juga dikenal sebagai mata ketiga. Bentuk meditasi ini membantu menenangkan pikiran, mengurangi kekhawatiran, dan meningkatkan fokus.

Ini mendorong kesadaran batin dan membantu Anda merasa lebih mengendalikan pikiran dan emosi Anda.

Baca juga: IDM hadirkan program meditasi "Miracle of Mind" di Candi Prambanan

Meditasi juga berfungsi sebagai panduan batin yang akan membantu kita untuk merenungkan tindakan, menerima kesalahan, dan tumbuh tanpa menyalahkan orang lain. Sama seperti tubuh yang membutuhkan olahraga teratur, pikiran pun perlu momen ketenangan untuk tetap sehat.

Dengan latihan teratur, meditasi dapat membantu kita mengelola stres dengan lebih efektif, sehingga dapat tenang dan bergerak maju dengan lebih seimbang.

Baca juga: Meditasi 5 menit: Cara cepat kurangi stres dan tingkatkan fokus

Baca juga: Kiat perilaku sehat untuk manfaat umur panjang

Penerjemah: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.