Jakarta (ANTARA) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur mengalami peningkatan dalam sepekan terakhir, terutama pada gempa Vulkanik Dalam yang menunjukkan adanya suplai magma dari kedalaman.
“Jumlah gempa Vulkanik Dalam meningkat menjadi 21 hingga 32 kejadian per hari dibandingkan sebelumnya yang berkisar 5-10 kejadian,” kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Menurut dia, peningkatan aktivitas tersebut terpantau sejak akhir April hingga awal Mei 2026 yang berdasarkan analisis ahli kondisi ini mengindikasikan adanya suplai magma yang kuat dan berkelanjutan dari kedalaman, yang menandakan sistem magmatik kembali aktif.
Badan Geologi melaporkan, selain itu aktivitas kegempaan lain seperti tremor non-harmonik masih terekam dalam jumlah cukup tinggi meskipun cenderung menurun. Pada awal Mei juga tercatat enam kejadian gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo besar (overscale).
Lana menambahkan bahwa data tiltmeter menunjukkan adanya kecenderungan kenaikan pada salah satu stasiun pengamatan di bagian utara tubuh gunung, yang mengindikasikan akumulasi tekanan di kedalaman dangkal.
Baca juga: Gunung Dukono meletus, hembuskan abu vulkanik setinggi 1,4 kilometer
Kondisi tersebut, menurut dia menunjukkan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada tahap awal pengisian ulang tekanan, yang berpotensi berkembang menjadi erupsi skala kecil hingga menengah apabila tekanan terus meningkat dan bergerak ke permukaan.
Meski demikian, tingkat aktivitas gunung tersebut masih ditetapkan pada Level II atau Waspada.
Badan Geologi merekomendasikan masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi serta tetap mengikuti arahan pemerintah daerah.
Selain itu masyarakat di wilayah rawan bencana juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar saat hujan lebat, terutama di daerah aliran sungai yang berhulu di puncak gunung, seperti di wilayah Nawakote, Boru, Padang Pasir, hingga Nurabelen.
Abu vulkanik juga disebut berpotensi mengganggu operasional penerbangan apabila sebarannya mencapai jalur pesawat atau area bandara.
Badan Geologi, atas kondisi tersebut mengimbau pemerintah daerah untuk berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk memantau perkembangan aktivitas gunung tersebut.
Baca juga: Badan Geologi ingatkan masih adanya potensi gas beracun Gunung Marapi
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.