Jakarta (ANTARA) - Platform perjalanan daring Traveloka mengungkapkan perubahan pola wisatawan Indonesia dalam merencanakan perjalanan, dengan semakin banyak yang memanfaatkan momen kalender, khususnya tanggal kembar, sebagai acuan untuk menentukan waktu pemesanan dan keberangkatan.
Berdasarkan data pemesanan yang dihimpun platform perjalanan Traveloka, aktivitas kunjungan dan transaksi mengalami kenaikan signifikan pada tanggal-tanggal kembar seperti 1.1, 2.2, 3.3 hingga 12.12 sepanjang periode Maret hingga Desember 2025.
"Para pengguna kami menunjukkan bahwa mereka ingin merencanakan perjalanannya di sekitar tanggal kembar," kata Kepala Pemasaran Traveloka Alex Jung dalam siaran pers di Jakarta, Selasa.
Baca juga: Rest area jalan tol China berubah jadi tempat liburan alternatif
Secara regional Asia Tenggara, lonjakan kunjungan tercatat meningkat lebih dari 20 persen, sementara transaksi di platform tersebut naik hampir 25 persen dibandingkan hari biasa. Khusus di Indonesia, tren itu semakin kuat pada periode Oktober hingga Desember, dengan pertumbuhan nilai transaksi mencapai sekitar 40 persen.
Dari sisi destinasi, perjalanan domestik masih menjadi pilihan utama, dengan kota-kota seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Makassar, dan Medan mendominasi minat wisatawan. Sementara itu, destinasi internasional jarak dekat seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dan China juga tetap diminati, terutama untuk perjalanan singkat yang praktis.
Platform tersebut merespons antusiasme konsumen memesan keperluan perjalanan dengan menghadirkan promosi pada tanggal kembar antara lain untuk tiket penerbangan, tarif hotel dan diskon untuk aktivitas wisata.
Baca juga: 5.863 wisatawan berlibur ke Kepulauan Seribu saat libur Hari Buruh
Baca juga: Ancol perkuat kontribusi perempuan di industri pariwisata
Baca juga: Kendalikan cara berpikir untuk hindari kecemasan setelah liburan
Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.