Jakarta (ANTARA) - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menilai peningkatan kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) penting dalam penguatan ekosistem ketenagakerjaan nasional di tengah transformasi dunia kerja yang semakin cepat.

“Dunia kerja saat ini tengah mengalami transformasi yang sangat cepat. Disrupsi teknologi, digitalisasi, dan perubahan kebutuhan industri telah menciptakan kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan pasar kerja,” ujar Menaker Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, Indonesia memiliki bonus demografi yang besar. Namun, tanpa intervensi yang tepat, potensi tersebut dapat berubah menjadi beban.

Oleh karena itu, Yassierli menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjawab tantangan tersebut.

Baca juga: Kemenag: MOOC Pintar bidik pelatihan 500 ribu pendidik secara serentak

Salah satunya adalah penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dengan Wadhwani Foundation dan PT Indosat Tbk.

Kerja sama tersebut meliputi peningkatan kompetensi SDM, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial, perluasan kesempatan kerja, serta penguatan akses layanan ketenagakerjaan, termasuk bagi tenaga kerja disabilitas.

Lebih lanjut, Menaker mengatakan kolaborasi ini juga mencakup pengembangan Talent and Innovation Hub (TIH) sebagai ekosistem pengembangan SDM yang tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga mendorong inovasi dan kewirausahaan yang terhubung dengan kebutuhan industri.

Program ini, lanjutnya, menyiapkan talenta tidak hanya sebagai pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja melalui penguatan keterampilan digital, kecerdasan buatan (AI), kewirausahaan, serta pembelajaran berbasis proyek bagi penyandang disabilitas.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.