Banda Aceh (ANTARA) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh menyebutkan bahwa seluruh jamaah calon haji (JCH) Aceh ditempatkan di wilayah Jarwal, Makkah, dengan jarak sekitar 2,6 kilometer dari Masjidil Haram.

"Jamaah calon haji Aceh di Arab Saudi nanti, ketika berada di Makkah menempati sektor 6 wilayah Jarwal dengan jarak lebih kurang 2,6 kilometer ke Masjidil Haram," kata Ketua PPIH Embarkasi Aceh Arijal, di Banda Aceh, Selasa.

Dia menyampaikan bahwa selama berada di tempat tersebut seluruh JCH Aceh nantinya juga telah disediakan bus shalawat yang bakal melayani kebutuhan transportasi jamaah dan aktif selama 24 jam.

Sebagai informasi, jumlah JCH Embarkasi Aceh tahun ini sebanyak 5.500 orang termasuk petugas kloter, dengan rincian laki-laki 2.174 orang dan perempuan 3.326 orang, terbagi dalam 14 kloter.

JCH terbanyak berasal dari Kota Banda Aceh dengan jumlah 692 orang, sedangkan yang paling sedikit adalah Kabupaten Simeulue berjumlah 27 orang. Seluruh JCH diberangkatkan ke Tanah Suci mulai 6 Mei sampai 20 Mei 2026 melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar.

Baca juga: PPIH: Calon haji tertua di Aceh berusia 101 tahun dan termuda 15 tahun

Di sisi lain, Arijal menyampaikan bahwa pada penyelenggaraan haji tahun ini terdapat sejumlah kebijakan baru dari Pemerintah Arab Saudi, salah satunya kewajiban penggunaan kartu nusuk bagi seluruh jamaah.

Kartu nusuk, kata dia, menjadi identitas resmi jamaah selama berada di Tanah Suci dan memiliki fungsi penting sebagai akses layanan, identitas resmi, serta pengendalian mobilitas di Makkah, Madinah, dan Armuzna.

"Oleh karena itu, kami mengimbau seluruh jamaah agar menjaga dokumen tersebut dengan baik dan selalu membawanya selama menjalankan ibadah haji," ujarnya.

Selain itu, lanjut Arijal, Pemerintah Arab Saudi juga memperketat pengawasan terhadap dokumen dan pergerakan jamaah demi memastikan keamanan dan ketertiban pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Sehubungan dengan hal itu, dia mengajak seluruh JCH untuk menjaga kesehatan, menjaga kekompakan, mematuhi aturan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi, serta menjaga nama baik Aceh selama berada di Tanah Suci.

Baca juga: Gubernur ingatkan JCH Aceh bersihkan hati untuk kesempurnaan ibadah

"Kami juga berharap seluruh jamaah memperbanyak ibadah dan doa, tidak hanya untuk diri dan keluarga, tetapi juga untuk kemajuan serta keberkahan bagi Aceh dan Bangsa Indonesia," demikian Arijal.

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.