Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan Indonesia akan kembali tampil di pameran seni Venice Biennale 2026 setelah absen enam tahun dengan menampilkan sejumlah perupa dari berbagai kalangan.
“Pada tahun ini juga saya menyampaikan, saya umumkan bahwa Indonesia akan kembali dalam Venice Biennale 2026 dengan paviliun Indonesia,” kata Menbud kepada awak media di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa.
Venice Biennale 2026 ke-61 adalah pameran seni kontemporer internasional global dengan peserta dari 99 negara. Pameran publik akan berlangsung dari 9 Mei hingga 22 November 2026. Paviliun Indonesia mengusung tema Printing the Unprinted dalam pameran tersebut.
Kemenbud menunjuk Aminuddin TH Siregar sebagai kurator yang kemudian bersama-sama menentukan lokasi paviliun Indonesia di Scuola Internazionale Di Grafica.
Fadli mengatakan dari 14 seniman yang menjadi peserta, tujuh orang merupakan seniman baru dari daerah termasuk yang pernah terdampak bencana seperti Aceh dan Sumatera Utara, serta juga ada perupa difabel dari Papua.
Baca juga: Menbud: Art Jakarta Gardens sarana edukasi publik menghargai seni rupa
Sementara tujuh seniman lainnya yang memang sudah dikenal atau well established dan sudah menjadi tokoh dan maestro dalam industri seni rupa.
Dengan begitu, Indonesia Pavilion di Venice Biennale mempertemukan tujuh seniman Indonesia lintas generasi, yakni Agus Suwage, Syahrizal Pahlevi, Nurdian Ichsan, R.E. Hartanto, Theresia Agustina Sitompul, Mariam Sofrina, dan Rusyan Yasin.
Melalui medium seni cetak grafis atau printmaking, para seniman menghadirkan proses penciptaan sebagai ruang perjumpaan, pertukaran gagasan, serta pembacaan ulang terhadap sejarah, identitas, dan imajinasi Nusantara.
Para perupa akan menjalankan residensi selama dua bulan dan berkarya di Eropa. Momen ini juga digunakan bagi para perupa muda mengikuti program art healing di Firenze, Italia untuk memberikan mentorship bagi perupa senior.
Keikutsertaan Indonesia dalam ajang pameran bergengsi di Eropa ini dengan tujuan agar semakin memperlihatkan potensi perupa Indonesia kepada dunia dan tumbuh apresiasi terhadap karya seni rupa dari Indonesia.
Ia juga berharap dengan hadirnya Indonesia di pameran berskala Internasional Venice Biennale, juga memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk bisa mengadakan Biennale di Tanah Air.
“Kita berharap ini juga membawa jaringan dan juga wajah seni rupa sebagai bagian dari ekspresi budaya yang penting, wajah Indonesia di tengah-tengah berbagai ekspresi budaya dunia lainnya di Venice Biennale,” harapnya.
Baca juga: Pemerintah perkuat seni rupa Indonesia di panggung global lewat MTN
Baca juga: Menbud soroti seni rupa kertas sebagai medium berekspresi bangsa
Baca juga: Menbud: Seni rupa sebagai penggerak ekonomi inklusif dan berkelanjutan
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.