Washington (ANTARA) - Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Selasa (5/5) mengatakan Misi AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sedang menyiapkan resolusi yang akan melindungi kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

"Atas arahan Presiden Trump, AS, bersama Bahrain dan mitra Teluk kami, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Qatar, menyusun Resolusi Dewan Keamanan PBB untuk membela kebebasan navigasi di Selat Hormuz," menurut pernyataan pers Departemen Luar Negeri AS.

Rancangan resolusi tersebut mendesak Iran untuk menghentikan serangan, dugaan penanaman ranjau di Selat Hormuz, serta pungutan biaya, dan juga mengharuskan Iran mengungkapkan lokasi ranjau laut, tambah pernyataan itu.

Washington berharap resolusi tersebut akan segera diputuskan dalam beberapa hari mendatang setelah konsultasi dengan anggota Dewan Keamanan PBB lainnya.

Pada akhir April, Menteri Perang AS Pete Hegseth menolak berkomentar mengenai kapan militer AS akan menyelesaikan upaya pembersihan ranjau di Selat Hormuz yang diduga ditanam di wilayah tersebut.

Presiden Trump mengatakan bahwa ia telah memerintahkan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk meningkatkan kegiatan pembersihan ranjau hingga tiga kali lipat di selat tersebut serta menembak setiap kapal Iran yang diduga menanam ranjau di jalur perairan itu.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: Rubio: Pasukan AS di Selat Hormuz tidak akan menembak lebih dulu

Baca juga: Jerman siap bantu buka kembali Selat Hormuz

Penerjemah: Katriana
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.