Moskow (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mendesak Israel untuk segera memperluas akses penyaluran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza dan mencabut pembatasan pasokan impor untuk organisasi kemanusiaan.

"Penderitaan lebih dari dua juta orang, yang situasinya belum membaik di tengah konflik atas Iran, tidak bisa diabaikan. Pengiriman bantuan kemanusiaan harus segera ditingkatkan," kata Wadephul dalam konferensi pers, Selasa (5/5), setelah bertemu mitranya dari Israel, Gideon Saar.

Ia juga mendesak agar pembatasan pengiriman suku cadang dan pasokan untuk pekerja kemanusiaan ke Jalur Gaza segera dicabut.

Menlu Jerman itu menegaskan kembali komitmen Berlin terhadap prinsip solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina.

Pada saat yang sama, ia kembali menegaskan bahwa Jerman tidak mengakui pencaplokan de facto Israel atas sebagian wilayah Tepi Barat.

Lebih lanjut, diplomat itu juga menyampaikan "keprihatinan mendalam" atas aktivitas pemukiman yang sedang berlangsung di wilayah kantong tersebut.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

Baca juga: Israel perluas pendudukan di Jalur Gaza, siapkan penyerbuan berikutnya

Baca juga: WHO: Perbaikan sistem kesehatan di Gaza butuh Rp172 triliun

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.