Manokwari (ANTARA) - Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meminta 142 calon haji asal provinsi itu senantiasa menjaga nama baik bangsa dan daerah selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.
Seluruh jamaah wajib menjunjung tinggi kedisiplinan, mematuhi ketentuan yang berlaku di Arab Saudi, saling menghormati satu sama lain, dan bersikap santun sebagai representasi masyarakat Papua Barat pada tingkat internasional.
Baca juga: Calon haji Papua Barat-Papua Barat Daya berangkat ke Tanah Suci 9 Mei
"Jaga sikap, ketertiban serta menjunjung tinggi martabat Indonesia selama berada di Arab Saudi," kata Dominggus saat melepas jamaah calon haji Kloter 25 dan 26 di Manokwari, Rabu.
Dominggus berpesan agar setiap jamaah untuk meningkatkan kekhusyukan selama menunaikan ibadah haji dengan niat yang ikhlas, sekaligus memperhatikan kondisi kesehatan agar dapat kembali ke tanah air sesuai jadwal.
Jamaah calon haji juga diharapkan bisa segera menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca selama berada di Arab Saudi sembari meningkatkan komunikasi dengan petugas kelompok terbang (kloter), tenaga kesehatan, maupun petugas haji daerah.
“Semoga seluruh jamaah diberikan kekuatan lahir dan batin serta kesehatan selama menjalankan ibadah haji," ucapnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Papua Barat H Aziz Hegemur menjelaskan jamaah akan diberangkatkan menuju Embarkasi Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 7 dan 8 Mei 2026 masuk ke asrama haji.
Jamaah calon haji Papua Barat berasal dari Kabupaten Manokwari sebanyak 88 orang, Fakfak 17 orang, Kaimana dan Teluk Bintuni masing-masing 16 orang, Manokwari Selatan 3 orang, serta Teluk Wondama 2 orang.
"Jamaah termuda berusia 17 tahun dari Kabupaten Teluk Bintuni," ujarnya.
Baca juga: 20 haji Kloter 25 Papua Barat tiba di Kabupaten Kaimana
Baca juga: Kemenag Papua Barat usul pemberangkatan jamaah haji gelombang kedua
Pihaknya mengingatkan agar jamaah calon haji tidak memanipulasi hasil pemeriksaan kesehatan, karena pemerintah telah menerapkan istithaah atau kelayakan kesehatan berlapis mulai dari tingkat daerah hingga asrama embarkasi.
Minat masyarakat untuk menunaikan ibadah haji masih tinggi yang tercermin dari jumlah daftar tunggu di Papua Barat mencapai 5.533 orang dengan rata-rata masa tunggu sekitar 22 tahun.
“Insya Allah, semua calon haji sudah menyelesaikan biaya perjalanan ibadah haji. Kami terus mengimbau agar mereka tetap menjaga kebugaran tubuh,” ucapnya.
Pewarta: Fransiskus Salu Weking
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.