Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) melalui Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) menyelesaikan penataan jalur hijau di tiga lokasi strategis yang menjadi akses utama menuju wilayah tersebut.

"Penataan ini dilakukan sebagai respons atas banyaknya tanaman hias yang mengalami kerusakan, mulai dari layu hingga mati, sehingga mengurangi estetika kawasan," kata Kepala Suku Dinas Tamhut Jakarta Timur Dwi Ponangsera di Jakarta, Rabu.

Tiga lokasi yang menjadi fokus penataan itu meliputi Jalan MT Haryono di kawasan Cawang sepanjang kurang lebih 100 meter, Jalan Mayjen Sutoyo sekitar 300 meter, dan Jalan DI Panjaitan sepanjang 100 meter.

Ketiga ruas jalan tersebut memiliki peran penting sebagai pintu masuk Jakarta Timur bagi kendaraan yang datang dari arah Bogor, Bekasi, dan wilayah sekitarnya.

Dwi menyebutkan proses penataan dilakukan secara intensif dengan melibatkan sebanyak 20 personel pasukan hijau. Mereka melakukan pembersihan, penggantian tanaman, serta penataan ulang agar jalur hijau terlihat lebih rapi dan terawat.

"Penataan jalur hijau ini sudah selesai dilakukan dalam waktu satu pekan," ujar Dwi.

Baca juga: Pemkot Jaktim tata bekas TPS di Pasar Rebo jadi ruang hijau

Lebih lanjut, dia menjelaskan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga kualitas ruang terbuka hijau sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keindahan lingkungan perkotaan, khususnya di jalur-jalur protokol yang memiliki mobilitas tinggi.

Sementara itu, Kepala Seksi Jalur Hijau dan Pemakaman Suku Dinas Tamhut Jakarta Timur Made Widhi Adnyana Surya Pratita menuturkan penataan itu tidak hanya berfokus pada perapihan, tetapi juga pada penggantian tanaman yang sudah tidak layak.

"Tanaman yang layu dan mati kami ganti dengan yang baru. Seluruhnya merupakan hasil pembibitan dari Taman Pulogebang Indah, Cakung," tutur Made.

Dalam proses penataan itu, pihaknya memilih jenis tanaman hias yang memiliki daya tahan tinggi terhadap berbagai kondisi cuaca, yakni bougenville dan anjuang kribo.

Kedua jenis tanaman tersebut dinilai cocok untuk ditanam di jalur hijau perkotaan karena relatif mudah dirawat dan tetap memberikan nilai estetika.

Secara keseluruhan, sebanyak 100 polybag bougenville dan 1.000 polybag anjuang kribo ditanam di ketiga lokasi itu. Penanaman dilakukan secara merata guna menciptakan tampilan yang lebih segar dan harmonis di sepanjang jalur tersebut.

Made pun berharap dengan selesainya penataan itu, wajah kawasan pintu masuk Jakarta Timur terlihat lebih indah dan memberikan kesan positif bagi masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas.

Baca juga: Taman Pelataran Timoer ciptakan ruang yang nyaman dan hijau

Baca juga: Sudin Tamhut Jaktim tanam 23 pohon tabebuya pink di jalur hijau

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.