PBB (ANTARA) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (5/5) memperingatkan bahwa warga sipil di Gaza terus menjadi sasaran serangan, saat serangan udara dan baku tembak melanda kawasan permukiman.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) mengatakan mitra-mitranya melaporkan bahwa pekan lalu mencatatkan salah satu jumlah insiden keamanan tertinggi sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025.
Sejumlah fasilitas kemanusiaan menjadi sasaran serangan dalam dua insiden terpisah. Sebuah serangan udara juga menghantam area di dekat gudang PBB dan kendaraan bantuan rusak akibat lemparan batu, ungkap OCHA.
Pembatasan masuknya oli mesin, suku cadang, alat berat pengangkut puing, dan barang-barang esensial lainnya ke Gaza sangat berdampak pada penyediaan layanan-layanan penting, kata OCHA.
"Kendaraan dan generator rusak parah hingga tidak dapat diperbaiki, sehingga mengganggu distribusi makanan, pengangkutan air, layanan ambulans, serta penyaluran perlengkapan pendidikan dan barang-barang medis. Kerusakan generator juga berimbas pada rumah-rumah sakit, termasuk unit perawatan intensif (ICU)," papar OCHA.
"Karena kendaraan lapis baja semakin aus, para pekerja bantuan menghadapi risiko yang kian besar saat berupaya menjangkau orang-orang yang membutuhkan," katanya.
Badan kemanusiaan PBB tersebut mengingatkan bahwa sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional, semua pihak harus memenuhi kewajiban mereka untuk memfasilitasi operasi kemanusiaan, bukan menghambatnya. Warga sipil dan infrastruktur sipil harus selalu dilindungi.
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.