Meskipun lahan telah dinyatakan memenuhi syarat, masih terdapat persoalan dengan masyarakat setempat yang belum mencapai kesepakatan dengan pemerintah kabupaten

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan kendala pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah, yang berkaitan dengan persoalan lahan.

Dia menyampaikan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum setelah adanya usulan dari Kementerian Sosial yang telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

"Kita tahu lahannya disediakan oleh pemerintah daerah ya, kemudian dilakukan asesmen oleh Kementerian PU agar memenuhi semua syarat-syarat yang telah ditetapkan," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul itu dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.

Gus Ipul menuturkan persyaratan tersebut meliputi berbagai aspek, termasuk analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) serta status lahan yang harus dinyatakan bersih dan jelas.

Baca juga: Mensos: Sekolah Rakyat siap luluskan 453 siswa pada tahun ini

Setelah lahan memenuhi kriteria tersebut, pembangunan baru dapat dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Dia menjelaskan bahwa sejumlah titik telah ditetapkan untuk pembangunan setelah melalui penelitian yang dilakukan secara cermat. Namun, pada beberapa lokasi, termasuk di Temanggung dan Wonosobo, masih terdapat kendala.

Di Temanggung, kata dia, meskipun lahan telah dinyatakan memenuhi syarat, masih terdapat persoalan dengan masyarakat setempat yang belum mencapai kesepakatan dengan pemerintah kabupaten, sehingga pembangunan belum dapat dimulai.

"Khusus di Temanggung, tanahnya masih ada sedikit masalah dengan masyarakat setempat ya, dengan masyarakat setempat yang belum bisa ada titik temu dengan Bapak Bupati sehingga pembangunannya terhambat sampai sekarang," kata dia.

Baca juga: Mensos berencana temui KPK cari masukan soal pengadaan Sekolah Rakyat

Sementara itu, di Wonosobo, pembangunan sudah mulai berjalan pada sebagian lokasi, meski sebagian lainnya masih menghadapi kendala serupa. Gus Ipul menyebut permasalahan tersebut diperkirakan dapat diselesaikan dalam beberapa waktu ke depan.

Gus Ipul menyatakan pihaknya akan menunggu langkah pemerintah daerah, khususnya bupati, dalam menyelesaikan persoalan melalui musyawarah dengan warga yang berada di lahan tersebut.

"Tentu ini kami akan menunggu Pak Bupati, bagaimana bisa musyawarah dengan baik dengan warga yang kebetulan berada di Lahan yang telah dinyatakan clear and clean tersebut," ucap dia.

Baca juga: Mensos: Sepatu siswa Sekolah Rakyat yang viral bukan dari Kemensos

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.