Tokyo (ANTARA) - Jepang tidak akan memasok peralatan militer ke Ukraina, kata anggota parlemen Jepang, Muneo Suzuki, kepada RIA Novosti, Rabu.
“Jepang adalah satu-satunya negara G7 yang tidak memasok peralatan militer ke Ukraina. Ini akan terus berlanjut,” ujar Suzuki.
Sebagaimana diwartakan pada April, pemerintah Jepang telah mencabut pembatasan ekspor senjata, yang secara efektif membuka kemungkinan untuk memasok berbagai jenis senjata, termasuk yang mematikan, ke pihak negara ketiga.
Namun, senjata hanya dapat dipasok ke negara-negara yang memiliki perjanjian dengan Jepang terkait transfer peralatan dan teknologi pertahanan.
Lebih lanjut, Suzuki menyampaikan bahwa Pemerintah Jepang sedang menyelidiki sebuah perusahaan swasta yang bekerja sama dengan Ukraina dalam produksi drone,
Sebelumnya pada akhir Maret, perusahaan Jepang Terra Drone berinvestasi pada produsen drone Ukraina, Amazing Drones. Setelah pengumuman kesepakatan tersebut, Kementerian Luar Negeri Rusia mengajukan protes kepada Duta Besar Jepang untuk Rusia, Akira Muto.
Pada April, Terra Drone juga mengumumkan bahwa mereka telah berinvestasi di perusahaan Ukraina WinnyLab, yang mengembangkan dan memproduksi drone sayap tetap.
“Pemerintah Jepang saat ini sedang menyelidiki aktivitas perusahaan swasta tersebut,” ucap Suzuki.
Menurut Suzuki, pemerintah Jepang tidak terlibat dalam kerja sama dengan Ukraina di bidang drone.
Dia menambahkan bahwa sebuah perusahaan swasta Jepang, melalui negara ketiga, melakukan apa yang disebut kerja sama dengan Ukraina di bidang pengembangan drone, dan hal ini telah dijelaskannya secara rinci dalam pertemuan dengan perwakilan pemerintah Rusia.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Oposisi Jepang usulkan pemerintah impor minyak dari Rusia
Baca juga: Rusia: Kerja sama militer dengan Jepang lemahkan upaya damai Ukraina
Baca juga: Jepang akan terima pengiriman minyak Rusia setelah terhenti sejak 2022
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.